Kondisi Geografis Penyebab Kemiskinan Masih Terjadi di Indonesia

waktu baca 2 menit
Foto: kemiskinan di Indonesia.

Berita nasional, gemasulawesi– Kondisi geografis negara kepulauan Indonesia dengan lokasi lokasi sulit tersentuh, jadi penyebab mengapa kemiskinan masih terjadi.

“Saya menilai, lokasi menjadi salah satu penyebab mengapa kemiskinan di Tanah Air masih terjadi. Hal itu karena Indonesia merupakan negara kepulauan luas, sehingga banyak daerahnya sulit tersentuh,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, saat kuliah umum kepada peserta PPRA LXII dan PPSA XXII tahun 2021 Lemhannas, Rabu 7 Juli 2021.

Kemiskinan di Indonesia, bukan hanya tentang kultural atau struktural, tapi juga ada kemiskinan spasial. Penyebab kemiskinan karena lokasi itu daya ungkitnya lebih sulit.

Pengentasan kemiskinan tidak bisa dilihat hanya berdasarkan angka statistik saja. Namun, perlu tindakan nyata di lapangan untuk mengetahui persoalan dihadapi.

Semakin kecil angka kemiskinan, maka daya ungkitnya lebih kuat. Jika diistilahkan dalam ekonomi, dibutuhkan COR (Capital Output Ratio) lebih besar.

“Contohnya di Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur membutuhkan COR yang lebih berat dibandingkan daerah lain untuk bisa memperoleh output yang sama,” kata dia.

Baca juga: Demo Mahasiswa di Makassar Tuntut Jokowi Mundur

Penyebabnya, di wilayah itu masih banyak masalah harus diselesaikan. Angka semakin berkurang merupakan indikator untuk lebih fokus memberikan perhatian melalui berbagai upaya lebih besar dalam mengatasi permasalahan.

“Kalau kemiskinan kultural bisa diatasi dengan perubahan perilaku, kemiskinan struktural diatur dengan tindakan-tindakan yang bersifat struktural seperti mengubah Surat Keputusan (SK) atau melalui tindakan kohersif,” sebutnya.

Baca juga: IMIP Sulawesi Tengah Bantu 21 Isotank Oksigen ke Pemerintah

Namun dalam pelaksanaannya, kemiskinan spasial sangat sulit ditangani karena keterlambatan.

Hal itu karena luasnya wilayah Indonesia dan banyak pulau-pulau kecil di dalamnya.

Baca juga: Gubernur Sulawesi Tengah Minta Percepat Rehab Rekon di Donggala

“Jadi kalau ada orang miskin, meskipun hanya 50 di pulau terpencil itu akan lebih sulit dan membutuhkan COR lebih tinggi dibandingkan daerah-daerah yang lebih mudah dijangkau,” tuturnya.

Meskipun pemerintah sudah melakukan berbagai penanganan kemiskinan, kebijakan-kebijakan ada saat ini belum benar-benar menyentuh apa menjadi permasalahan di lapangan.

Baca juga: Kota Palu Data Warga Miskin Ikut BPJS Kesehatan

Penyebab kemiskinan antara lain karena kebijakan hanya mengacu pada data kuantitatif.

“Padahal pendekatan kualitatif meskipun mungkin tidak dapat menarik kesimpulan secara pasti, tapi dengan melihat persoalan satu kasus secara mendalam akan mampu merepresentasi kasus-kasus lain yang mungkin terjadi di tempat lain,” tutupnya. (***)

Baca juga: BPS: Angka Kemiskinan Parigi Moutong 2020 Turun 15,85 Persen

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.