Kondisi Gempa Ambon Terbaru: Tercatat 519 Gempa Susulan

Puluhan Ribu Orang Mengungsi

0
112
Kondisi Gempa Ambon Terbaru: Tercatat 519 Gempa Susulan
Salah satu rumah terdampak gempa Ambon (Foto: Ist)

Parimo, gemasulawesi.com Kondisi gempa Ambon menurut pantauan terbaru tercatat telah terjadi 519 kali gempa susulan.

Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sabtu, 28 September 2019 pukul 20.00 WIT, menyebutkan sebanyak 64 gempa Ambon susulan dirasakan di beberapa wilayah. Gempa susulan dirasakan di wilayah Kaitaru, Ambon dengan skala V MMI, Masohi III MMI dan Banda II MMI.

Pasca gempa utama melanda, mengakibatkan sebanyak 20 korban meninggal dunia, diantaranya delapan orang di Kota Ambon, sepuluh orang di Maluku Tengah dan dua orang Seram bagian barat. Terdapat juga 152 orang mengalami luka-luka yaitu 31 orang Kota Ambon, 108 orang Maluku Tengah, 13 orang Seram bagian barat dan 25.000 orang mengungsi.

Gempa Ambon bermagnitudo 6.8 yang kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 6.5 mengguncang Kota Ambon dan sekitarnya juga mengakibatkan ratusan rumah dan berbagai fasilitas umum mengalami kerusakan.

“Rinciannya, terdiri dari 534 unit rumah terdiri dari 106 rusak berat, 125 rusak sedang, 303 rusak ringan, enam unit fasilitas pendidikan, 12 unit fasilitas peribadatan, satu unit fasilitas kesehatan, sembilan unit fasilitas perkantoran, dua unit fasilitas umum, dan satu unit jembatan,” ungkap Plt Kapusdantinmas BNPB, Agus Wibowo dikutip dari Kompas, Sabtu, 28 September 2019.

BNPB juga merinci data lainnya yaitu:

  1. Dusun Tanah Merah, Negeri Liang Kabupaten Malteng) tercatat 20 unit rumah rusak sedang, delapan unit rumah rusak berat dan satu buah bengkel juga alami kerusakan.
  2. Kampung Iha, Desa Liang, Kabupaten Malteng terdata sementara 25 unit rumah rusak sedang hingga berat, satu unit masjid rusak ringan pagar masjid rusak berat, tiga ruang belajar Sekolah MTs mengalami rusak ringan dan satu unit MCK rusak ringan.
  3. Dusun Waihula, Desa Liang Kabupaten Malteng terdata tujuh unit rumah rusak total dan lima unit rumah rusak sedang.

“BNPB telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Kementerian dan Lembaga untuk membantu para korban terdampak gempa Ambon. Untuk saat ini, BPBD telah mendistribusikan terpal kepada masyarakat pengungsi,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini tim TRC BPNB dan BPBD Provinsi Maluku terus melakukan pendataan dampak gempa. Tenda pengungsian telah didirikan di RSU Haukussy kudamati dan RSU Tulehu.

“Kami minta warga untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari pihak terpercaya. Selalu waspada apabila terjadi gempa Ambon susulan, hindari gedung bertingkat atau bangunan yang mudah roboh,” tutupnya.

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan