fbpx

Kokain Seberat 179 Kilogram Diduga Berasal Dari Jaringan Amerika Latin

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Hukum, gemasulawesi – Kokain seberat 179 kilogram yang ditemukan di perairan selat sunda beberapa waktu lalu di duga berasal dari jaringan Amerika Latin.

Hal tersebut berdasarkan laporan dari Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose yang mengatakan, bahwa kasus temuan narkoba jenis sabu seberat 179 kilogram di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu di duga berasal dari jaringan Amerika Latin.    

“Diduga kokain yang disita itu berasal dari jaringan narkoba Golden Peacock di Amerika Latin,” ucap Petrus Reinhard Golose, pada hari Jumat 27 Mei 2022.

Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja ke Ekuador. Petrus Golose mengatakan kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk mengantisipasi masuknya kembali kokain ke Indonesia.

Baca: Banjir di Desa Olu Kabupaten Sigi Akibat Luapan Sungai Lambosa

Dalam pertemuan yang dilakukan di Ekuador, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Petrus Reinhard Golose didampingi Duta Besar Republik Indonesia untuk Ekuador, Agung Kurniadi. 

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Ekuador Patricio Carrillo didampingi Kepala Polisi Ekuador Jenderal Fausto Lenin Salinas Samaniego menandatangani Letter of Intent (LOI).    

“Poin penting dari kesepakatan tersebut adalah Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia dan Kementerian Dalam Negeri Ekuador telah sepakat agar saling bertukar informasi untuk mencegah masuknya narkoba jenis kokain dari negara-negara Amerika Latin ke wilayah Indonesia,” ucap Komjen Petrus Reinhard Golose.  

Sebelumnya, Kepala Staf Umum Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Yudo Margono, mengatakan belum ada tersangka yang ditangkap terkait penemuan 179 kilogram kokain di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu.    

Karena itu, Yudo Margono mengatakan hasil temuan kokain itu akan segera dimusnahkan.

“Karena ini tidak ada tersangkanya, itu barang temuan, sehingga kami laporkan pada pengadilan, dan sudah mendapatkan surat agardimusnahkan,” ucap Yudo Margono saat ditemui di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, Jakarta Pusat, Rabu 25 Mei 2022.    

Kokain seberat 179 kilogram itu ditemukan di perairan Selat Sunda pada awal Mei 2022. TNI telah menggagalkan peredaran kokain tersebut setelah menindak lanjuti laporan intelijen adanya dugaan peredaran narkoba melalui penyeberangan pelabuhan Bakauheni Merak. (*)

Baca: Kabar Mengejutkan Putra Sulung Ridwan Kamil Dikabarkan Hilang

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.