Polisi Amankan Motor Knalpot Bising di Banggai

Polisi Amankan Motor Knalpot Bising di Banggai
Foto: Polisi Amankan Motor Knalpot Bising di Banggai.
Jangan Lupa Share

Berita banggai, gemasulawesi– Jajaran Polsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, mengamankan sejumlah sepeda motor yang menggunakan knalpot bising.

“Sejumlah sepeda motor itu diamankan saat kami menggelar operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD),” ungkap Kapolsek Batui, Iptu IK Yoga Widata, di Banggai, Sulawesi Tengah, Rabu 10 Februari 2021.

Ia mengatakan, Polsek Batui mengamankan empat unit sepeda motor knalpot bising di di Jalan Trans Sulawesi depan Pasar Batui, Banggai, Sulawesi Tengah.

Suara motor knalpot racing itu sangat mengganggu kenyamanan, sebab suara yang dikeluarkan sangat menggangu pendengaran warga maupun pengguna jalan lainnya.

Baca juga: Tim Black Panther Parimo Tangkap Residivis Curanmor

“Kita juga mengamankan lima unit kendaraan yang tidak tertib berlalu lintas,” tuturnya.

Selanjutnya, Polsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, meminta para pemilik kendaraan kemudian langsung membuat surat pernyataan, serta mengganti dengan knalpot racing dengan yang standar. Dan melengkapi komponen maupun dokumen kendaraan lainnya.

Polsek Batui, Banggai, Sulawesi Tengah, tidak akan mengembalikan kendaraan kepada pemiliknya jika tidak dapat melengkapi seluruh komponen dan surat-surat kendaraan.

Diketahui, knalpot bising atau racing bukanlah knalpot standar sesuai yang ditentukan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

Pemasangan knalpot racing sepeda motor yang tidak standar, Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ telah mengatur sanksi bagi pelanggar knalpot standar.

Pasal itu menjelaskan pengendara sepeda motor yang kendaraannya tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan di antaranya knalpot bising akan ditindak.

Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ berbunyi setiap orang yang mengemudikan sepeda motor di jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 3 juncto Pasal 48 ayat 2 dan ayat 3 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

Selanjutnya terkait knalpot bising juga diatur dalam pasal 48 ayat 3 UU LLAJ dan pasal 6 ayat 3 Peraturan Pemerintah nomor 80 tahun 2012. Tentang tata cara pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan dan penindakan pelanggaran lalu lintas dan angkutan jalan.

Baca juga: Jajaran Polres Parimo Siap Ikuti Vaksinasi Covid 19

Laporan: Rahmat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post