KM Ladang Pertiwi 2 Tenggelam Diduga Karena Ada Kelalaian

waktu baca 3 menit
(Foto Istimewa)

Hukum, gemasulawesi – KM Ladang Pertiwi 2 Diduga tenggelam karena kelalaian Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) periksa sebelas orang terkait peristiwa tenggelamnya KM Ladang Pertiwi 2 di Selat Makassar, pada hari Kamis 26 Mei 2022.

Hal itu diungkapkan oleh Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Widoni Fedri di konferensi pers, Pelabuhan Peti Kemas, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 31 Mei 2022.

“Sejauh ini ada 11 orang yang kondisinya memungkinkan untuk kami periksa. Kemudian bagi Kepala Desa juga sedang diperiksa,” ucap Direktur Reserse Kriminal Polda Sulsel Kombes Pol Widoni Fedri di konferensi pers, Pelabuhan Peti Kemas, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa 31 Mei 2022.

Ia menduga ada kelalaian dalam proses pelayaran kapal, termasuk juga izin berlayar yang seharusnya dikeluarkan oleh Syahbandar setempat kepada pemilik kapal sesuai aturan.
Widoni juga mengatakan memang dalam hal ini ada kelalaian. Pertama kita pakai UU Navigasi 17 Tahun 2008. Di situ dia menjelaskan pasal 232 yang menyatakan harus ada izin dan persetujuan dari Syahbandar untuk berlayar. Namun izin tersebut tidak ada.

Baca: 38 KK Korban Puting Beliung Terima Bantuan Logistik Dinsos Kota Palu

Kedua, terkait dengan Pasal 302 UU Kelautan yang mengatur tentang kelayakan pengangkutan dengan kapal laut yang layak atau dinyatakan aman tanpa kerusakan.

“Kapal ini tidak layak untuk berlayar, bagi yang terkena hukuman terancam pidana empat atau lima tahun,” ucap Widoni.

Saat ditanya apakah ada rencana untuk melakukan pemeriksaan dari pihak Syahbandar setelah Polda Sulsel memeriksa 11 orang berstatus dalam pemeriksaan itu, dia mengaku belum memerintahkan. Sebelumnya, KN SAR Kamajaya menjemput empat orang dari Pulau Pemantauan, Kabupaten Kepulauan Pangkajene (Pangkep) dan tiba di pelabuhan peti kemas di kawasan pelabuhan Makassar di Sulawesi Selatan pada Senin malam.

Empat orang yang turun dari KN Kamajaya, kemudian dijemput anggota Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) dan dimasukkan ke dalam mobil untuk diperiksa di Polres setempat. Mereka juga telah dimintai informasi tentang kecelakaan kapal kayu. Kepala Bagian Operasi Basarnas Sulsel, Muhammad Rizal, usai menurunkan empat orang dia mengatakan kepada wartawan, pada pukul 22.15 WITA kapal yang ditumpangi empat orang yakni juragan dan ABK, serta dua orang. pemilik kapal lainnya dan kepala Desa Pammas, berlabuh di pelabuhan di Pulau Pamantauan.

Empat orang tersebut masing-masing dua korban, yakni seorang ABK (ABK) bernama Mahfud dan nahkoda kapal bernama Supriadi. Dua orang lainnya tidak tewas, yakni pemilik kapal KM Ladang Pertiwi 2 atas nama Haji Saiful dan kepala desa pulau setempat, Muhammad Basit.

“Keempat orang itu kami ambil untuk mencocokkan data terkait jumlah penumpang yang diberangkatkan saat meninggalkan Pelabuhan Paotere menuju Pelabuhan Pamantauan,” ucapnya. (*)

Baca: PLN Kabupaten Donggala Rugi Miliaran Rupiah Akibat Pembakaran Massa

Ikuti Update Berita Terkini Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.