KLHS Revisi RTRW Parimo Sasar Pembangunan Berintegrasi

252
KLHS Revisi RTRW Parimo Sasar Pembangunan Berintegrasi
Konsultasi publik KLHS Revisi RTRW Parimo (Foto: Rafii)

Parimo, gemasulawesi.com Konsultasi publik Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) revisi Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW Parigi moutong (Parimo) menyasar pembangunan berintegrasi dengan analisis kajian lingkungan hidup.

Menurut Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Badan perencanaan pembangunan penelitian dan pengembangan daerah (Bappelitbangda), I Nyoman Sudiara, dengan hasil KLHS revisi RTRW Parigi Moutong akan semakin menunjukkan arah kompas pembangunan beberapa tahun kedepan.

“Kami selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertanggungjawab terkait perencanaan daerah, memastikan pembangunan Parimo harus masuk dalam RTRW,” ungkapnya di aula Bappelitbangda Parimo, Selasa, 22 Oktober 2019.

Ia menerangkan, baik itu perencanaan pembangunan secara makro dan mikro, seluruhnya mesti termuat dalam RTRW.

Baca juga: 2020, Disdikbud Janji Gali Budaya Kearifan Lokal Parigi Moutong

Targetnya, dokumen perencanaan pembangunan Parimo akan berintegrasi dan saling terkoneksi dengan RPJMD Daerah dan RKPD dari masing-masing OPD nantinya.

Kemudian, aturan secara tegas juga menyebutkan perencanaan pembangunan harus termuat dalam RTRW. Jika sebaliknya,maka akan ada hukuman atau denda yang menanti.

“Konsep perencanaan pembangunan Parimo juga mesti memperhatikan zona sesar patahan aktif,” jelasnya.

Ia melanjutkan, terdapat tiga zona sesar patahan aktif di Parimo. Diantaranya, sesar Tomini, sesar Sausu dan sesar Tokararu. Selain mewaspadai zona sesar patahan aktif, perencanaan pembangunan juga mesti memperhitungkan daerah rawan bahaya gempa bumi tinggi.

Baca juga: Alokasikan Ratusan Juta Rupiah, Pemdes di Mamasa Sulawesi Barat Sulap Air Terjun Jadi Objek Wisata

Dengan mengetahui data yang termuat dalam revisi RTRW, akan memudahkan perencanaan pembangunan untuk mencari model pembangunan yang sesuai dengan zona resiko bencana gempa bumi dan patahan aktif.

“Konsep perencanaan berbasis mitigasi bencana, perlu mendapat dukungan serta atensi dari semua pihak,” tegasnya

Diketahui, tujuan dari konsultasi publik KLHS revisi RTRW Parimo untuk mengkaji revisi RTRW terhadap kapasitas daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup, perkiraan dampak dan resiko lingkungan hidup.

Tujuan berikutnya, analisis kinerja layanan atau jasa ekosistem, efisiensi pemanfaatan sumber daya alam, tingkat kerentanan dan kapasitas adaptasi terhadap perubahan iklim, dan tingkat ketahanan serta potensi keanekaragaman hayati serta aspek pembangunan berkelanjutan.

Baca juga: Suku Bolano Merasa Didiskriminasi Pada Event Parigi Moutong Dalam Nada Budaya

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.