Banner Disperindag 2021 (1365x260)

KKP Tangkap Kapal Ikan Tidak Berizin dan Gunakan Alat Trawl di Aceh Timur

KKP Tangkap Kapal Ikan Tidak Berizin dan Gunakan Alat Trawl di Aceh Timur
Foto: KKP Tangkap Kapal Ikan Tidak Berizin dan Gunakan Alat Trawl di Aceh Timur.

Gemasulawesi– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menangkap dua kapal Ikan berbendera Indonesia tidak berizin dan gunakan alat trawl di perairan Kabupaten Aceh Timur, belum lama ini.

“Dua kapal yang ditangkap adalah KM. Laksamana (20 GT) dan KM. Budi Jaya (7 GT), kedua kapal itu kami ad hoc ke Pangkalan PSDKP Lampulo untuk proses hukum lebih lanjut,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan KKP Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin dalam keterangan tertulis, Minggu, 5 September 2021.

Dia mengatakan, kedua kapal tidak berizin dan gunakan alat trawl di Aceh itu diamankan pada Jumat 3 September 2021 dalam operasi pengawasan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan Hiu 08.

Baca juga: Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

Dalam operasi itu kata dia, kapal pengawasan melakukan penghentian, pemeriksaan dan penahanan dua kapal diduga melakukan penangkapan ikan dengan alat tangkap yang telah dilarang oleh pemerintah.

Bahkan, berdasarkan pemeriksaan kedua kapal diketahui juga tidak dilengkapi dengan perizinan usaha perikanan sebagaimana yang dipersyaratkan.

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Ditjen PSDKP, Pung Nugroho Saksono menyampaikan, penertiban terhadap kapal-kapal yang mengoperasikan alat tangkap trawl itu, merupakan upaya melaksanakan tata kelola perikanan berkelanjutan.

Selain itu, sebagai langkah preventif agar tidak terjadi konflik horisontal antar nelayan, mengingat pihaknya banyak menerima keluhan terkait masih beroperasinya alat tangkap trawl ini.

“Kalau terus dibiarkan kami khawatir akan timbul konflik antar nelayan,” kata dia.

Dia pun memastikan, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran di lapangan agar bersikap tegas, apabila menemukan kapal perikanan yang mengoperasikan alat penangkapan ikan dilarang dan merusak keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan.

Diketahui, sepanjang tahun 2021, KKP telah menangkap 134 kapal, terdiri dari 88 kapal ikan Indonesia yang melanggar ketentuan dan 46 kapal ikan asing yang mencuri ikan. Kapal ikan asing yang ditangkap merupakan 15 kapal berbendera Malaysia, 6 kapal berbendera Filipina dan 25 kapal berbendera

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono juga telah menandatangani Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18/PERMEN-KP/2021 yang mengatur tentang tata penempatan alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) dan Laut Lepas.

Pengaturan itu sendiri dimaksudkan agar kegiatan penangkapan ikan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan aspek-aspek ekologi, sosial dan ekonomi.

Dalam pengaturan itu, pengoperasian jaring hela ikan berkantong di WPPNRI 571 sendiri diatur dengan sangat selektif diantaranya hanya untuk kapal berukuran di atas 30 GT dan beroperasi di atas 20 mil laut. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post