KKP dan Kemenhub Teken MoU Pengembangan Pelabuhan Ambon Baru

waktu baca 3 menit
Foto: Pelabuhan Ambon Baru.

Berita nasional, gemasulawesi– Untuk mendukung pembentukan Maluku sebagai lumbung ikan nasional, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) KKP dan Kementerian Perhubungan menyepakati Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Pelabuhan Ambon Baru.

“Ini adalah bentuk sinergi yang luar biasa antara Kemenhub dan KKP. Menteri Budi Karya memikirkan bagaimana bisa membangun konektivitas antara kedua belah pihak, yaitu KKP dan Kemenhub,” ungkap Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dikutip dalam keterangan tertulis, belum lama ini.

Penandatangan MoU Pelabuhan Ambon Baru dilakukan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, menjadi landasan kerja sama bagi KKP dan Kemenhub dalam memberikan dukungan pelaksanaan tugas, fungsi dan kewenangan PJPK untuk pembangunan pelabuhan laut dan pelabuhan ikan terintegrasi, infrastruktur pendukung, serta dukungan teknis dan nonteknis lainnya di Provinsi Maluku (Pelabuhan Ambon Baru).

KKP akan bekerja maksimal mewujudkan pembangunan program Maluku Lumbung Ikan Nasional (M-LIN), diyakini dengan adanya ekosistem ekonomi perikanan dari hulu ke hilir di dalamnya dapat menggerakkan perekonomian masyarakat di Maluku.

Dalam MoU itu, KKP juga berperan mewujudkan tatanan Kepelabuhan Perikanan Nasional yang andal dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi, dan mempunyai daya saing global untuk menunjang pembangunan perikanan di Indonesia.

Sedangkan Kemenhub mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang transportasi, termasuk mewujudkan Tatanan Kepelabuhan Nasional andal dan berkemampuan tinggi, menjamin efisiensi, dan mempunyai daya saing global untuk menunjang pembangunan Pelabuhan Laut di Indonesia.

“Pada prinsipnya KKP tugasnya menjaga sektor kelautan dan perikanan nasional. Ini adalah bagian turunan dari program UU Cipta Kerja untuk menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan ekonomi di wilayah Timur,” ujarnya.

Dengan adanya MoU ini, KKP maupun Kemenhub juga sepakat mengembangkan Pelabuhan Laut dan Pelabuhan Perikanan milik masing-masing di Provinsi Maluku, menjadi Pelabuhan Ambon Baru yang mengusung konsep pelabuhan terintegrasi serta memiliki fungsi pelayanan antara lain untuk terminal peti kemas internasional dan domestik, terminal roro, pelabuhan perikanan (tempat pelelangan ikan dan/atau tempat pengolahan ikan), pasar ikan bertaraf internasional, kawasan industri logistik, terminal LNG dan/atau power plant.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyambut baik adanya perjanjian antara KKP dan Kementerian Perhubungan ini. Pihanya menyatakan siap untuk bergerak bersama dalam mewujudkan pembangunan ekosistem tersebut.

“Satu kebahagiaan bagi saya dan kami bisa berkunjung dan bisa menanda tangani MoU ini. Ini merupakan amanah Presiden untuk menjadikan Ambon menjadi sentra perikanan di wilayah Maluku, Papua dan sekitarnya,” ungkap Budi Karya.

Ground breaking rencananya dilakukan pada bulan November mendatang, dan ditargetkan akan selesai pada akhir 2023. Pembangunan pelabuhan ini diharapkan akan membuat Ambon menjadi sentra kegiatan perikanan wilayah timur Indonesia.

“Ini menjadi sentra dan mendapatkan devisa yang jauh lebih besar. Semoga kerja sama ini bisa memberikan satu manfaat yang besar bagi bangsa,” tutupnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.