Banner Disperindag 2021 (1365x260)

KKP Amankan 130 Kapal Asing Ilegal Fishing di Indonesia

KKP Amankan 130 Kapal Asing Ilegal Fishing di Indonesia
Foto: Kapal Asing Ilegal Fishing di Indonesia.

Gemasulawesi– Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berhasil mengamankan ratusan kapal asing ilegal fishing di Indonesia sepanjang 2021.

“Sedikitnya sekitar 130 kapal ilegal kami telah amankan hingga bulan Agustus ini,” ungkap Direktur Pemantauan dan Operasi Armada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pung Nugroho Saksono, Sabtu 28 Agustus 2021.

Dia mengatakan, dari 130 kapal asing ilegal fishing di Indonesia berhasil diamankan personil patrol KKP, 84 diantaranya kapal ikan Indonesia melanggar ketentuan.

Baca juga: Kapal Ikan Asing Asal Malaysia Berhasil Ditangkap

Sisanya 46 kapal kapal asing ilegal fishing di Indonesia.

Kapal asing ilegal fishing di Indonesia itu diamankan mulai dari melanggar ketentuan prosedur penangkapan ikan. Hingga pencurian ikan khususnya di perairan Natuna, Kepulauan Riau (Kepri).

Mereka juga melakukan penangkapan ikan dengan pengeboman, pukat Harimau, pukat trawl dan prosedur penangkapan lainnya telah dilarang KKP.

Baca juga: Pemerintah Didesak Lindungi ABK WNI di Kapal Asing

Kapal asing paling banyak ditangkap berasal dari Vietnam

“Untuk kapal asing paling banyak yakni kapal asing berbendera Vietnam dengan jumlah 25 kapal, Malaysia 15 kapal dan enam kapal berbendera Filipina,” ujarnya.

Baca juga: 

Ia mengatakan rata-rata kapal asing diamankan ini melakukan pencurian ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia (WPPNRI) 711 Laut Natuna Utara.

“Bahkan, ada kapal asing melawan saat diamankan dan berusaha menabrakan kapalnya ke kapal patrol KKP yang ingin melakukan penagkapan,” terang Ipunk.

Baca juga: Indonesia Bangun Kerjasama Perangi Penyelundupan Benih Bening Lobster

Baca juga: Gubernur Sebut Potensi Pertanian Sangat Besar di Sulawesi Tengah

Ia kembali mengatakan, selain gigih memberantas ilegal fishing, KKP juga terus menunjukkan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan dengan menangkap 62 pelaku destructive fishing seperti bom ikan, setrum maupun racun.

“Operasi pengawasan yang dilakukan oleh Kapal Pengawas Perikanan terus dilakukan demi menjaga menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan di laut Indonesia,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Ratusan Tenaga Kerja Asing China Masuk Sulsel Sejak Januari 2021

Baca juga: Kemensos Siapkan Beasiswa Pendidikan Anak Yatim Korban Covid19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post