Ketua LSM LEPHAM Sultra Ikut Saksikan Autopsi Jenazah Amis Ando

waktu baca 3 menit
(Foto Istimewa)

Sulawesi Tenggara, gemasulawesi – Ketua LSM Lembaga Pemerintah untuk Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara LEPHAM La Ode Alfa’an menyaksikan gabungan Tim Dokter Ahli Forensik , atas permintaan dari keluarga korban saat melakukan autopsi terhadap jenazah Amis Ando warga Watonea, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna yang tewas usai diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Muna pada Selasa 3 Mei 2022. 

Tim gabungan Ahli Forensik Independen dari Universitas Halu Oleo Kendari, Dr Raja Alfatih Widya Iswara, MH (KES), Sp.FM, bersama Biddokes Polda Sultra dan RS Bhayangkara, melakukan autopsi di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Warangga.

Pelaksanaan autopsi jenazah Amis Ando pada Sabtul, 7 Mei 2022 pukul 13.00 Wita itu berlangsung kurang lebih selama 5 jam, dan dapat pengawalan dari pihak kepolisian.

Atas permintaan tim koroner, otopsi dilakukan tertutup dan hanya disaksikan oleh kerabat korban.

Dr Raja Alfatih Widya Iswara,yang merupakan Ketua Tim Ahli Forensik UniversitasHalu Oleo (UHO) Kendari, mengatakan kepada wartawan, sampel diambil dari berbagai organ tubuh korban.

Baca: KPK Panggil Kembali Andi Arief Terkait Kasus Bupati Non Aktif PPU

Sampel organ tubuh yang diambil seperti Hati dan juga Perut. Selain itu, organ tersebut dianalisis di laboratorium forensik Makassar.

Ia mengatakan, organ tubuh korban akan diperiksa satu per satu untuk mengetahui penyebab kematiannya.

“Kami mengambil sampel organ seperti hati dan juga perut, dan sampel itu akan dikirim langsung ke laboratorium di Makassar,” Ucap dr Alfatih Widya Iswara.

Raja menegaskan kembali bahwa hasil otopsi akan memakan waktu sekitar dua minggu dan akan diserahkan kepada penyelidik secara tertulis.

Dr Raja juga mengatakan, kalau hasilnya akan keluar dalam waktu kurang lebih 2 minggu, dan terkait hasilnya bisa langsung ditanyakan ke penyidik.

La Ode Alfa’an, yang merupakan Ketua LSM Lembaga Pemerintah untuk Hak Asasi Manusia Sulawesi Tenggara (LEPHAM) yang ditunjuk langsung sebagai wakil dari keluarga korban, mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas upaya Polres Muna dengan melakukan autopsi pada jenazah Amis Ando.

“Ini harus diapresiasi. Penegakan hukum dan transparansi harus disampaikan kepada publik tanpa diskriminasi atau ada yang ditutup-tutupi dengan mengungkap misteri kematian Amis Ando,” ucap Ketua LSM LEPHAM Sultra La Ode Alfa’an.

La Ode Alfa’an juga mengatakan, meski pihak keluarga mencurigai adanya tindak kekerasan,tapi kami yakin tim ahli forensik akan membantu memecahkan misteri kematian saudara kami.

Alfa’an mengungkapkan memang ada hal-hal aneh yang terlihat pada tubuh almarhum secara kasat mata saat proses otopsi. Namun, dia mengatakan itu semua telah dicatat oleh tim dokter forensik.

La Ode Alfa’an Ketua LSM LEPHAM Sulawesi Tenggara juga mengatakan kami dari keluarga korban berharap, dengan melakukan autopsi terhadap jenazah Amis Ando dapat diungkapkan secara transparan tanpa adanya tekanan dari siapapun. Berhubung karena persoalan ini sudah menjadi perhatian bagi khalayak ramai.

Alfa’an menjelaskan, apa yang dikatakan dokter forensik kepada keluarga ada gejala tetapi dia tidak bisa menjelaskannya secara rinci. Pihak keluarga akan menunggu hasil otopsi nanti.

“Memang kalau diperhatikan secara kasat mata terlihat adanya tindakan kekerasan, tapi kita tetap menunggu hasil akhir dari tim forensik,” ucapnya.

Alfa’an juga menegaskan kalau pihak keluarga akan tetap terus memantau perkembangan kasus dan juga menunggu hasil laboratorium.

“Kami akan tetap memantau perkembangan dari hasil laboratorium itu,” ucapnya.

Ia juga menghimbau kepada aparat kepolisian untuk melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya, karena pekerjaan aparat kepolisian merupakan tugas yang mulia.

“Jangan dianggap enteng. Selain itu, diduga kalau kejadian ini meninggal secara tidak wajar,” pungkasnya. (*)

Baca: 11 Pemuda Parigi Moutong Berjalan Kaki Menuju Lokasi Haul Habib Idrus bin Salim Aljufri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.