fbpx

Ketua KPU Hasyim Asy’ari Sebut Temuan Korupsi KPK Bukan Prestasi

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Ketua KPU Hasyim Asy’ari sebut temuan kasus korupsi oleh KPK maupun pelanggaran penyelenggaraan pemilu oleh Bawaslu bukan suatu prestasi, melainkan dianggap jadi sebuah kegagalan.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan temuan tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan program apapun yang bertujuan untuk mencegah korupsi atau pelanggaran pemilu tidak berjalan efektif.

“Maaf, saya sering membayangkan kalau ada tayangan, ketika ada berapa orang yang melanggar, itu bukan prestasi KPK menurut saya, dan juga bukan prestasi Bawaslu, tapi merupakan sebuah kegagalan”, ucapnya di agenda. Politik Cerdas berintegritas di Kantor KPK, Jakarta, Rabu, 18 Mei 2022.

Baca Juga: Menparekraf : Kunjungan Wisatawan Mancanegara Telah Dibuka

Ia juga mengatakan bahwa hal itu menunjukkan bahwa proyek atau program pencegahan tidak efektif ketika tugas penindakan masih berlangsung.

Namun, Hasyim juga tetap mengapresiasi KPK yang belakangan ini menawarkan program pencegahan korupsi dan edukasi. Termasuk program Politik Cerdas Berintegritas.

“Kami menyambut baik program politik cerdas yang dimiliki KPK, dan pada kesempatan ini sangat strategis karena yang diundang dan wajib hadir adalah pimpinan parpol,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Hasyim juga menyoroti fenomena saling lapor ke aparat penegak hukum di kalangan peserta pemilu. Ia mengatakan aksi tersebut kerap digunakan untuk menjatuhkan lawan politik.

Hasyim mengatakan, seringkali ada calon yang akan melaporkan calon lawannya ke KPK, ke lembaga penegak hukum agar kemudian mendapat publikasi sehingga yang bersangkutan mendapat kesan, citra seolah-olah yang bersangkutan punya masalah.

Menurut Hasyim, KPU tetap bersikap fair terhadap calon yang terkait dengan kasus tertentu, meski belum tentu terlibat. Keputusan pengadilan. tetap menjadi acuan KPU.

“Kami tetap akan berprasangka baik pada orang tersebut selama tidak ada keputusan dari pengadilan yang berkekuatan hukum tetap tentunya,” jelasnya.

KPK menggelar executive briefing atau pengarahan eksekutif kepada 20 pimpinan dan pengurus parpol pada Rabu, 18 Mei 2022.

Baca: Satgas Pengamanan Perbatasan TNI Temukan Ladang Ganja di Papua

Partai politik yang diundang dalam agenda ini adalah peserta pemilu 2019 yang terdaftar di KPU.

Dalam acara tersebut, pimpinan dan pengurus parpol mendapat informasi tentang pencegahan korupsi. Mereka juga menandatangani pakta integritas melawan korupsi. (*)

Baca: Teknologi Sistem Informasi Bencana Bisa Mengurangi Dampak Bencana

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.