Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Ketua Komisi X DPR RI Minta Pendamping Desa Ajak Kades Dirikan Perpustakaan

Ketua Komisi X DPR RI Minta Pendamping Desa Ajak Kades Dirikan Perpustakaan
Foto: Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda.

Gemasulawesi– Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda meminta para pendamping desa agar ikut mengajak Kepala Desa (Kades) untuk mendirikan perpustakaan desa. Menurutnya, Kades akan memiliki warisan amat berharga bagi warga masyarakatnya dengan mendirikan perpustakaan.

“Suatu saat ketika ditanya ada kepala desa pensiun, apa peninggalannya? peninggalannya adalah adanya perpustakaan desa bisa diakses seluruh anak-anak desa di seluruh Indonesia,” ungkap Syaiful dalam Simposium Nasional Gerakan Desa Membaca yang disiarkan secara daring, Selasa 14 September 2021.

Dia menyatakan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi sudah membentuk aturan berupa peraturan menteri terkait penggunaan dana desa untuk mendorong tercapainya perpustakaan desa.

Baca juga: Oknum Pendamping PKH Parigi Moutong Jadi Tersangka

Apabila dorongan ditujukan kepada Kades dilakukan, maka buku-buku dapat masuk ke rumah-rumah seluruh penduduk desa di Indonesia.

“Jadi pada level regulasinya kebijakannya sudah tuntas. Tinggal pada level implementasi. Semoga kesadaran Kades kita yang hampir 79 ribu itu meyakini, ada salah satu program prioritas yang harus didorong desa,” kata dia.

Dia menyatakan, buku adalah media terbaik sebagai sumber ilmu. Dengan buku, seseorang dapat merefleksi dan memaknai sesuatu dengan lebih dalam. Dengan buku pula, ilmu tidak akan hilang karena semua referensi dan preferensi masih bisa didapatkan di sana.

Dia mengaku, kerap menyampaikan hal itu juga dihadapan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim.

“Saya termasuk paling cerewet di hadapan Mas Menteri Nadiem, menghadap-hadapkan buku dengan digitalisasi sesuatu yang salah. Bahkan, sampai pada posisi menafikkan buku karena ada media digital menurut saya tidak tepat dan itu sesuatu yang salah,” terang dia.

Dia menilai, gerakan literasi yang memasukkan buku ke rumah-rumah sangatlah penting dan harus didukung secara penuh. Sebab, salah satu persoalan literasi bangsa ini menyangkut soal akses masyarakat terhadap buku.

“Tidak ada ceritanya kalau di sebuah rumah ada buku dan anak tidak membaca. Saya meyakini setiap ada buku di rumah, pasti anak-anak akan termotivasi untuk membaca. Problemnya hari ini, tidak semua rumah masyarakat ada buku,” jelasnya.

Karena itu, dia menyatakan, memproduksi dan mencetak buku berkualitas, bacaan hebat, dapat menginspirasi anak-anak Indonesia menjadi poin penting dalam gerakan literasi. Masa-masa mendatang, akan membutuhkan akses mudah terhadap buku-buku bermutu.

“Itu akan menjadi sangat penting di masa-masa yang akan datang. Dan buku tidak akan tergantikan media apapun,” tutupnya. (***)

Baca juga: Lima Ribu Arsip Kepegawaian Parigi Moutong Dimusnahkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post