Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Ketua DPRD Parigi Moutong: Sebaiknya Dana CSR untuk Belanja Oksigen Medis

Ketua DPRD Parigi Moutong: Sebaiknya Dana CSR untuk Belanja Oksigen Medis
Foto: Ketua DPRD Parimo, Sayutin Budianto Tongani.

GemasulawesiKetua DPRD Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Sayutin Budianto menyarankan pemerintah daerah memanfaatkan dana CSR untuk belanja oksigen medis penanganan pasien covid19.

“Sudah jelas kita saat ini kekurangan tabung. Kan boleh dana itu untuk pendampingan pendanaan penanganan covid19, karena ini untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Sayutin saat ditemui di gedung DPRD Parigi Moutong, Jumat 13 Agustus 2021.

Selain dana CSR untuk belanja oksigen, bahkan digunakan untuk perbaikan alat pengisian tabung oksigen di beberapa rumah sakit di Parigi Moutong.

Baca juga: Sulawesi Tengah Terima Bantuan Sarana Alat Kesehatan

Sehingga, CSR untuk belanja oksigen tepat sasaran ketimbang untuk membiayai program dinilai belum prioritas di masa pandemi saat ini.

Dengan perbaikan tabung oksigen itu, diharapkan menjadi solusi serta dapat mengatasi kekurangan oksigen rumah sakit.

Sebab, kebutuhan akan terus meningkat menyusul naiknya kasus orang terpapar covid19.

“Pemanfaatannya akan lebih jelas, solusi soal kekurangan oksigen insya allah akan teratasi,” terangnya.  

Selama ini kata dia, perusahaan perbankan telah memberikan pendampingan pendanaan melalui CSR. Dengan total angaran cukup besar mulai dari Rp 300 juta hingga Rp 500 juta.

Ia mengatakan, selain dana CSR untuk belanja oksigen, juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan masyarakat karena kondiri pandemi.

Misalnya, menyediakan kebutuhan masyarakat seperti beras, dan dibagi-bagikan kepada mereka.

“Ini kan di masa penerapan PPKM, bisa juga untuk pembelian beras,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sayutin juga menyoroti soal 3T dinilainya tidak berjalan dengan maksimal Tim Satgas Penanganan covid19.

Baca juga: Kemenkes Sahuti Usulan Pinjaman Alat PCR Mobile dari Parigi Moutong

DPRD nilai perlu ada langkah kongkrit dalam penanganan covid19

Menurut dia, jika memang masih juga terabaikan, dan mengakibatkan penyebaran virus masih tinggi, serta korban meninggal dunia masih banyak, pihaknya berpendapat penanganan pandemi di Parigi Moutong tidak serius. 

“Ini perlu tindaklanjut, dan ini tugas kami melakukan pengawasan khusus. Kalau memang mereka tidak mampu melaksanakan, mundur saja jadi kepala Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Pihaknya berpendapat, perlu ada langkah kongkrit pemerintah daerah dalam penanganan covid19.

“Tetapi kami akan melihat tindaklanjut hasil rapat kemarin. Saya juga sudah melihat banyak langkah-langkah dilakukan Sekda, misalnya soal bantuan pinjaman alat mobile PCR,” pungkasnya.

Baca juga: CSR Listrik Gratis PLN, Jangkau Warga Miskin di Sulawesi Tengah

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post