Banner Dinkes 2021 (1365X260)

Ketersediaan Stok Pangan Sulawesi Tengah Dipastikan Terjaga

Stok Pangan Sulawesi Tengah Dipastikan Terjaga ditengah Pandemi Virus Corona
SUmber Ilustrasi/majalahpeluang.com

Berita Sulawesi tengah, gemasulawesi.com- Ketersediaan stok pangan Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng) dipastikan terjaga ditengah pandemic virus corona. Diprediksi Bulan Juni menjadi Puncak panen padi di wilayah Sulteng.

“Kita masih surplus lebih kurang 90 ribu ton beras dengan asumsi konsumsi beras 118 kg per kapita,” jelas Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sulteng Ir. Trie Iriany Lamakampali, MM.

Meski begitu ada beberapa wilayah di Sulteng karena kondisi lahannya yang kering sehingga tidak signifikan pada panen padi nanti seperti Banggai Laut, Banggai Kepulauan dan Tojo Unauna.

Baca juga: Parigi Moutong Siap Topang Kebutuhan Pangan Ibukota Baru

“Kondisi itu bisa disiasati petani dengan menanam komoditi pangan yang cocok dengan lahan kering seperti jagung atau dengan menerapkan sistem pertanian lading, sehingga ketersediaan stok pangan daerah bisa aman,” sarannya.

Terkait kebijakan kementerian pertanian dan pemerintah provinsi Sulawesi tengah selama pandemi virus corona dinilainya sudah sinkron. Seperti memastikan penyaluran pupuk bersubsidi dan bantuan-bantuan pertanian ke petani tetap lancar. Tidak terganggu meski berlaku kebijakan pembatasan akses keluar masuk antar wilayah.

Ia juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada seluruh insan tani yang ikut berjuang menjaga ketahanan pangan. Karena urusan ini sangat erat kaitannya dengan proses pembentukkan imunitas tubuh supaya kebal melawan penyakit.

“Tentu ini bisa merepotkan dan membuat masalah baru, jika kondisi ketahanan pangan tidak tercapai,” katanya.

Olehnya, Ia mengharap insan tani agar saat bekerja di sawah/ladang tetap menaati segala ketentuan protokol kesehatan.

Agar tidak terjangkit virus dan produksi pangan Sulawesi tengah bisa tetap meningkat walau di tengah pandemi.

“Pekerjaan menyiapkan pangan adalah tugas yang mulia, sama seperti tenaga medis yang ada di garis depan,” pungkasnya.

Untuk diketahui ketahanan pangan menjadi salah satu tonggak pertahanan dalam menghadapi musim wabah penyebaran virus corona.

Dengan ketahanan pangan memadai maka dipastikan Sulawesi tengah bisa bertahan walaupun terjadi pembatasan akses keluar masuk antar wilayah.

Baca Juga: Transmisi Lokal Jadi Penyebar Corona di Sulawesi Tengah, Waspada!

Laporan: Muhammad Irfan Mursalim

Sumber: Biro Humas Protokol Setda Prov Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post