Keterlibatan Perempuan Dalam Dunia Politik Minim

0
140
Keterlibatan Perempuan Dalam Dunia Politik Minim
ilustrasi

Parimo, gemasulawesi.com– Keterlibatan perempuan diparlemen masih menghadapi sejumlah tantangan, meskipun representasi perempuan dalam lingkaran politik praktis sudah didorong berbagai macam kebijakan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang kualitas hidup perempuan dan kualitas keluarga, Kartikowati, kepada gemasulawesi.com, diruang kerjanya, Selasa, 12 Maret 2019.

Ia mengatakan, meski banyak partai politik di Indonesia memberikan keleluasan bagi kaum perempuan untuk memilih dan dipilih sesuai dengan idealisme yang memiliki.

Hal tersebut sayangnya, masih saja mengalami kendala. Pasalnya kata dia, hingga kini keterlibatan perempuan dalam parleman masih jauh dari kesempatan yang diberikan undang-undang.

“Aturan tentang kewajiban kuota 30 persen keterwakilan perempuan dalam pemilihan calon legislative, merupakan salah satu capaian penting dalam perjalanan demokrasi di Indonesia,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, minimnya kesempatan perempuan tersebut dapat dilihat pada DPRD Kabupaten Parimo.

Padahal lanjut dia, Keterlibatan perempuan dalam Parlemen memungkinkan terjadinya suatu perubahan yang mengarah pada keputusan berkualitas yang diambil lembaga tersebut.

Saat ini sudah banyak peran perempuan dalam parlemen, baik itu di daerah maupun di senayan pusat Jakarta.

“Dari 40 anggota dewan, hanya empat anggota dewan perempuan, atau sekitar 10 persen saja keterwakilan perempuan diparlemen Kabupaten Parimo,” terangnya.

Dan tidak sedikit pula perempuan, memiliki peran sentral dalam karir politik di Indonesia.

Baca juga: Ketua KPU Parimo Dikeroyok

Laporan: Aqil Azizi

Tinggalkan Balasan