Kesadaran Masyarakat Kota Palu Jaga Lingkungan Minim

waktu baca 2 menit

Palu, gemasulawesi – Kesadaran masyarakat kota palu untuk menjaga lingkungan tampaknya masih minim, buktinya masih saja ada sebagian warga yang buang sampah sembarangan.

Irmayanti Pettalolo Sekretaris Kota Palu mengatakan, hal itu berdasarkan hasil pantauan yang didapatkan di lapangan, dimana masih saja ada masyarakat kota palu yang membuang sampah sembarangan.

Baca: Wisata Kuliner Jakarta yang Legendaris dan Kekinian, Wajib Coba Nih!

“Anehnya warga juga sering ditemukan membuang sampah sembarangan dengan mengunakan kendaraan pribadinya, seperti motor dan juga mobil. Mereka terus membuangnya sembarangan, misalnya di jalan dan pinggir jalan. Mereka tidak membuangnya di TPS. Bahkan mereka juga sering ditemukan membuang sampah diluar jadwal yang ditentukan,” Ucapnya.

Dari sini diketahui bahwa kesadaran penduduk untuk membuang sampah pada tempatnya masih minim. Jika kebiasaan ini terus berlanjut tentunya, wajah ibu kota provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) itu akan terus kotor dan terabaikan.

Sementara itu, Pemkot Palu bekerja keras untuk meraih piala Adipura.

Untuk mengatasi masalah ini, Irma mengatakan, Pemkot Palu dan pihak terkait terus mengedukasi dan menghimbau warga agar membuang sampah mereka pada tempat yang telah di berikan, dan juga bisa membuang sampahnya sesuai jadwal yang telah ditentukan tentunya.

Selain itu, pihaknya juga terus mengkampanyekan gerakan daur ulang sampah untuk mengurangi sampah rumah tangga yang tidak terpakai.

Gerakan daur ulang sampah menyasar semua kalangan, mulai dari masyarakat, mulai dari kelompok lingkungan hingga pemerintah daerah, hingga kelurahan, kelurahan dan instansi terkait.

“Satgas Adipura Pemerintah Kota Palu, terus mengedukasi agar masyarakat kota palu untuk bisa mendaur ulang sampah rumah tangga untuk bisa dijadikan barang yang digunakan kembali” ucap Irma Pettalolo.

Agar sampah yang ada dapat didaur ulang, kata dia, seluruh kelurahan diinstruksikan untuk memilah sampah rumah tangga yang diangkut menggunakan armada pengumpul sampah milik masing-masing kelurahan untuk memudahkan proses daur ulang sampah.

“Kami berharap untuk bisa membuat kelompok daul ulang sampah di seluruh kelurahan biar bisa meminimalisir volume sampah yang ada di Kota Palu tentunya. Dengan ini kami akan merevitalisasi 6 Tempat Pembuangan Sampah (TPS) biar bisa jadi tempat dampingan pengolahan sampah,” ucapnya.

Irmayanti Pettalolo juga menjelaskan, saat ini jumlah sampah yang didaur ulang masih belum berbanding lurus dengan jumlah sampah yang dihasilkan seluruh rumah tangga di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah tersebut, karena kesadaran masyarakat akan daur ulang sampah masih minim. (*)

Baca: Demonstrasi Berlangsung Ricuh Tuntut Tewasnya Tahanan Amis Ando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.