Gempa Majene Masuk Kategori Jenis Kerak Dangkal

waktu baca 3 menit
Foto: Tim SAR sedang mencari korban gempa Majene di reruntuhan gedung. Jumat 15 Januari 2021/Basarnas.

Berita sulawesi barat, gemasulawesi– BMKG sebut gempa di Majene, Sulawesi Barat, masuk kategori jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake.

Menurut BMKG, gempa bumi tektonik dengan jenis kerak dangkal yang mengguncang wilayah Majene, diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

BMKG menganalisa dengan memperhatikan lokasi pusat gempa atau episenter dan kedalaman hiposenternya. Baik gempa signifikan pertama maupun yang kedua.

Sebagaimana informasi sebelumnya, gempa bumi Majene yang pertama sebagai pembuka atau foreshock dilaporkan terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB. Dengan Magnitudo 5,9 pada episenter 2,99 LS dan 118,89 BT atau di darat pada jarak 4 kilometer (km) arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat, kedalaman 10 km.

Baca juga: Update Terkini Gempa Majene, 42 Orang Meninggal Dunia

Selanjutnya gempa yang kedua atau mainshock terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 pukul 01.28 WIB dini hari. Dengan magnitudo 6,2 pada episenter 2,98 LS dan 118,94 BT atau di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat, kedalaman 10 km.

BNPB menyebut sudah 42 orang meninggal akibat gempa Majene, Sulawesi Barat, berdasarkan update 15 Januari 2021 pukul 20.00 Wita.

“Rinciannya, 34 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan delapan orang di Kabupaten Majene,” ungkap Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Jumat 15 Januari 2021.

Selain itu kata dia, terdapat 300 unit rumah rusak di Kabupaten Majene. Dan masih terus dalam proses pendataan hingga rilis ini disiarkan.

Kemudian, Pusdalops BNPB juga merilis data kerusakan di Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat antara lain Rumah Sakit Mitra Manakarra rusak berat.

Selanjutnya, RSUD Kabupaten Mamuju rusak berat. Serta, kerusakan di Pelabuhan Mamuju dan Jembatan Kuning yang berlokasi di Takandeang, Tapalang Mamuju.

“Terdapat tiga rumah sakit yang saat ini aktif untuk pelayanan kedaruratan di Kabupaten Mamuju, antara lain RS Bhayangkara, RS Regional Provinsi Sulawesi Barat dan RSUD Kabupaten Mamuju,” jelasnya.

Baca juga: Update Gempa Majene, 28 Meninggal dan Ratusan Luka-Luka

Gempa Majene Dipicu Sesar Mamuju Thurst

Adapun dugaan sementara BMKG, gempa bumi yang tercatat menewaskan sebanyak 42 jiwa itu, dipicu adanya Sesar Naik Mamuju atau Mamuju Thurst.

Di sisi lain, BMKG juga mengatakan, gempa susulan masih akan terjadi seperti lazimnya pasca terjadi gempa kuat.

Sehingga, masyarakat diimbau tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang kekuatannya signifikan.

Selain itu, gempa susulan signifikan juga dapat memicu adanya longsoran landslide dan runtuhan batu rockfall. Makanya, masyarakat di kawasan perbukitan dengan tebing curam agar perlu waspada.

Belajar dari sejarah, pesisir Majene pernah dilanda gelombang tsunami yang dipicu adanya gempa bumi seperti pada tahun 1969. Maka, masyarakat khususnya yang berada di wilayah pantai atau pesisir agar waspada. Apabila merasakan gempa bumi kuat agar segera menjauhi pantai.

Baca juga: Aktivitas Sesar Lokal Picu Gempa Bahodopi Sulteng

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.