Keputusan Rapat Konsinyasi DPR dan KPU Sepakat Kampanye 75 Hari

waktu baca 2 menit
(Foto Istimewa)

Nasional, gemasulawesi –  Keputusan Rapat Konsinyasi DPR dan KPU sepakat masa kampanye pemilu tahun 2024 dipangkas jadi 75 hari, Jumat 13 Mei 2022.

Keputusan rapat konsinyasi tersebut, Komisioner DPR II Rifqi Karsayuda mengusulkan masa kampanye harus berlangsung selama 90 hari. Tapi usulan itu tidak disetujui perwakilan DPR.

“Seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI diminta disederhanakan menjadi 75 hari,” ucap Rifqi pada Sabtu, 14 Mei 2022.

Dia mengatakan, pihaknya telah menyampaikan dua catatan kepada pemerintah dan penyelenggara pemilu. Catatan pertama yang diusulkan, perubahan mekanisme pengadaan logistik pemilu.

Pemerintah dan KPU diminta mengefisienkan produksi dan distribusi logistik pemilu. Salah satu saran yang diberikan adalah pencetakan logistik di beberapa daerah untuk memudahkan distribusi.

Usulan kedua adalah penyusunan kodifikasi hukum acara pemilu. Menurut Rifqi, hal ini perlu agar setiap tahapan pemilu berlangsung sesuai waktu yang ditentukan.

“Untuk memastikan jadwal penyelesaian sengketa dan mekanisme undang-undang pemilu di Indonesia tepat waktu dan tidak mengganggu proses pencalonan dan periodesasi jabatan politik,” katanya.

Sebelumnya, beberapa parpol keberatan harus menghadapi kampanye seperti tahun 2019. Yang saat itu kampanye berlangsung selama tujuh bulan.

Baca: Ruhut Sitompul Mengaku Meminta Maaf Terkait Postingan Meme Anies

KPU telah mengusulkan masa kampanye 120 hari untuk Pilkada serentak 2024. Namun, usulan itu ditolak oleh politisi dengan alasan polarisasi politik.

Ketua KPU Hasyim Asy’ari mengatakan masa kampanye terkait dengan tahapan pemilu lainnya. Salah satunya adalah waktu mempersiapkan logistik pemilu. (*)

Baca: Perumahan Guru SMA Negeri 1 Distrik Ilaga Hangus Dibakar KKB

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.