Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemnaker Susun Permenaker BSU Pekerja

Kemnaker Susun Permenaker BSU Pekerja
Foto: Menteri Ida Fauziyah.

Berita nasional, gemasulawesi- Menteri Ida Fauziyah menyebut Kemnaker sedang melakukan penyusunan Permenaker BSU atau bantuan subsidi upah pekerja.

“Pemberian bantuan diharapkan mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja atau buruh,” ungkap Ida dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 24 Juli 2021.

Dalam proses penyusunan Permenaker BSU, pihaknya mematangkan koordinasi dengan semua pihak terkait.

Baca juga: Ini Syarat Pencairan Bantuan Subsidi Upah

Program pemberian BSU itu, merupakan komitmen pemerintah untuk melindungi dunia usaha beserta pekerja dan buruh.

BSU itu nantinya akan diberikan kepada pekerja atau buruh yang terdampak pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Tujuan dikeluarkan BSU untuk mencegah pengusaha melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan pekerjanya.

“Selain itu, juga untuk membantu pekerja dirumahkan atau berkurang gaji karena pembatasan jam kerja,” ujarnya.

Pemerintah akan pula memprioritaskan Kartu Prakerja bagi korban PHK. Selain itu, Kemnaker juga telah melangsungkan program reguler perluasan kesempatan kerja yang dapat membantu masyarakat di masa pandemi covid-19.

Program itu berupa program padat karya untuk 45.000 orang dan tenaga kerja mandiri melalui wirausaha produktif untuk 100.000 orang.

Baca juga: Disperindag Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Segera Sosialisasikan Pemanfaatan Tol Laut

Pemerintah dukung dunia usaha

Bahkan sebelumnya, pemerintah telah memberikan sejumlah dukungan untuk dunia usaha.

Dukungan itu mulai dari percepatan vaksinasi pekerja atau buruh di sektor esensial, memperpanjang berbagai stimulus yang telah diberikan, hingga memberikan bantuan produktif untuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

“Pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada pengusaha untuk mengatasi dampak Covid-19 agar perekonomian masyarakat bergerak seiring dengan pemulihan ekonomi nasional,” kata dia.

Melalui berbagai dukungan itu diharapkan, pengusaha terus melakukan dialog secara bipartit dengan buruhnya untuk mencari solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Dengan demikian, keberlangsungan usaha pengusaha dapat terjaga dengan tetap memperhatikan keberlangsungan hidup buruh, khususnya pada masa pandemi.

“Saya yakin dan percaya apabila pengusaha dan buruh saling terbuka dan berdialog mengenai masalah yang sedang dihadapi maka akan mendapatkan solusi dan jalan keluar yang dapat diterima kedua belah pihak,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Parigi Moutong, Sulawesi Tengah Dorong Pengusaha Manfaatkan Tol Laut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post