Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemnaker Cegat 55 Calon Pekerja Imigran Indonesia

Kemnaker Cegat 55 Calon Pekerja Imigran Indonesia
Foto: Illustrasi pekerja migran Indonesia.

Gemasulawesi– Kemnaker cegat 55 calon pekerja imigran Indonesia, diduga akan diberangkatkan ke Singapura, tanpa melalui Association of Employment Agencies Singapore (AEAS).  

“Mereka itu terjaring dari hasil sidak tim Pengawas Ketenagakerjaan dipimpin Kordinator Penempatan Hubungan Kerja dan Kebebasan Berserikat Dit. Binareksa Kemnaker FX. Watratan,” ungkap Direktur Bina Pemeriksaan Norma Ketenagakerjaan (Direktorat Binariksa) Kemnaker Yuli Adiratna, saat dihubungi, Minggu 22 Agustus 2021.

Usai Kemnaker cegat 55 calon pekerja imigran Indonesia, juga ditemukan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonedia (P3MI).

Baca juga: Buka Bursa Tenaga Kerja, Disnakertrans Parimo Gaet PPMI

Mereka akan memberangkatkan CPMI ke Singapura tanpa melalui AEAS, mengingat asosiasi itu tidak memiliki izin di Indonesia.

“Selain 53 paspor, dua CPMI tidak memegang paspor karena mengaku diambil orang diduga sponsor,” sebutnya.

Totalnya, Kemnaker cegat 55 calon pekerja imigran Indonesia yang berada di sebuah hotel. Awalnya 45 orang.

Dia menambahkan, usai Kemnaker cegat 55 calon pekerja imigran Indonesia, hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Pelindung Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan Polresta Batam untuk mendalami permasalahan itu.

Baca juga: Eazy Passport, Imigrasi Palu Datangi Pemohon Penerbitan Paspor

Menurutnya, pola penempatan pekerja migran di masa pandemi termasuk melalui proses karantina untuk memastikan kesehatan dan keselamatan maupun pengguna, termasuk pihak lain berdekatan.

“Pola ini harus dikoordinasikan antar pemerintah, baik pemerintah negara tujuan dan juga pemerintah Indonesia termasuk pemda sebagai lokasi karantina. Kita harus pastikan pekerja migran terlindungi, P3MI terlindungi dan juga pengguna terlindungi,” ujarnya.

Baca juga: Ini Empat Program Kemnaker Percepat Pemulihan Ekonomi Nasional

BP2MI amankan 53 paspor calon pekerja imigran

Sementara itu, Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker Haiyani Rumondang mengatakan, tim BP2MI Batam dan Polresta Batam di lapangan juga telah mengamankan 53 paspor pekerja migran untuk memastikan perlindungan terhadap mereka.

“Tim pengawas ketenagakerjaan dan Tim BP2MI Batam akan memastikan P3MI merekrut dan menempatkan pekerja migran itu bertanggung jawab memberikan jaminan pelindungan sampai ditempatkan ke negara Singapura,” kata dia.

Dia menegaskan, pemerintah memiliki komitmen sangat kuat untuk memberi perlindungan kepada Pekerja Migran Indonesia (PMI) sesuai UU No.18 Tahun 2017.

Baca juga: Perempuan Terduga Pengedar Putaw di Batam Terancam Hukuman Mati

Kemnaker pun berharap pihak-pihak yang menjadi penanggung jawab P3MI untuk secara aktif memberikan pelayanan profesional dan terbaik demi perlindungan dan pemenuhan hak-hak PMI.

Kami telah melaporkan hasil temuan tim gabungan yang melakukan sidak di Batam beberapa hari lalu kepada Ibu Menaker Ida Fauziyah. Beliau menginstruksikan kami untuk mendalami dan menindaklanjuti hasil sidak tersebut,” tutupnya. (***)

Baca juga: Lanal Gagalkan Penyelundupan Benih Lobster di Perairan Kepri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post