Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemiskinan Ekstrem Jadi Tantangan Berat Pembangunan Manusia Indonesia

Kemiskinan Ekstrem Jadi Tantangan Berat Pembangunan Manusia Indonesia
Foto: Kemiskinan Ekstrem Jadi Tantangan Berat Pembangunan Manusia Indonesia.

Gemasulawesi– Kemiskinan ekstrem pun dinilai masih jadi tantangan berat dalam pembangunan manusia Indonesia.

Berdasarkan data BPS angka kemiskinan ekstrem masih mencapai 10,86 juta jiwa, atau sebanyak empat persen dari jumlah penduduk Indonesia.

“Padahal, Presiden Joko Widodo menargetkan tingkat kemiskinan mencapai nol persen di tahun 2024,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy di Semanggi, Kamis 2 September 2021.

Baca juga: Kota Palu Luncurkan Dua Proyek Inovasi Perubahan

Muhadjir menyampaikan terkait kemiskinan ekstrem saat mengecek pembangunan wilayah kumuh dengan program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bersama Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka, di RW 23 Kelurahan Mojo, Kecamatan Pasar Kliwon dan Rusunawa Semanggi, Surakarta, Kamis 2 September 2021.

Dia mengatakan, masyarakat dengan kemiskinan ekstrem cenderung membentuk kelompok dan tinggal di satu kawasan kumuh (slum).

Oleh karena itu, menurut dia, perlu dilakukan pembangunan wilayah dengan membangun lingkungan layak huni untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem.

“Jadi karena itu penanganan daerah kemiskinan ekstrem ini nanti akan ditangani secara terintegrasi, termasuk pendekatan lingkungan, penanganan rumahnya yang betul-betul layak huni, kemudian sanitasi dan juga air bersih juga akan diperhatikan,” ujarnya.

Dia mengatakan, penanganan kemiskinan ekstrem tidak cukup dengan skema bantuan sosial, tetapi juga harus ditangani dengan pendekatan lingkungan.

Olehnya, Muhadjir pun mengapresiasi pembangunan Kotaku di kawasan Semanggi. Rencananya, Rusunawa Semanggi akan direnovasi karena kondisi bangunannya sudah tidak layak huni.

Baca juga: Masa Jabatan 170 Kepala Daerah akan Berakhir Setahun Jelang Pemilihan Serentak 2024

Program Kotaku upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kemen PUPR

Program Kotaku merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia.

Dia menilai, upaya pengentasan wilayah kumuh itu akan dijadikan model percontohan untuk penanganan wilayah kumuh perkotaan di tempat lain.

 “Jadi nanti Pak Wali akan terus melanjutkan relokasi dan tempat itu akan dibikin jalur hijau dan rumah-rumahnya akan dibangun yang lebih layak huni sampai tahun depan. Stafnya pak Menteri PUPR sudah jamin sampai tahun depan selesai,” ucap Muhadjir.

 Menurut dia, kunjungannya ke kawasan Semanggi untuk melihat seperti apa penanganannya. Sehingga kedepan dapat menjadi contoh dan direplikasi ditempat lain. (***)

Baca juga: Menko PMK: Beras Bansos Berkualitas Buruk Sudah Diganti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post