Selasa, Mei 18, 2021

Kementrian Hentikan Alokasi Pembangunan Air Bersih Baru di Parimo

Must read

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kementrian hentikan alokasi pembangunan air bersih baru di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, karena dalam sistem perencanaan sudah masuk kategori over capacity atau kelebihan kapasitas.

“Parigi Moutong tidak lagi menjadi sasaran pembangunan baru, saranan air bersih,” ungkap Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPRP Parigi Moutong, Vadlon di ruang kerjanya, Selasa April 2021.

Ia mengatakan, DPUPRP Parigi Moutong usulkan pembangunan air bersih baru diluar lokus zona merah. Namun, ditolak sistem penginputan perencanaan pembangunan kementrian.

Baca juga: Puluhan Siswa SD Parigi Moutong Aksi Bersih Pantai dan Tanam Bibit Mangrove

Walaupun demikian, Parigi Moutong pada T.A 2021 tetap diberikan Dana Alokasi Khusus (DAK) diluar pembangunan air bersih baru.

Total anggarannya Rp 7 Miliar lebih yang diperuntukan di enam desa. Yakni Desa Tolole, Donggulu Selatan, Sigega Bersahati, Bainaa, Palasa Tengah dan Kotaraya Barat.

Baca juga: Krisis Air Bersih Landa Dua Desa di Moutong

“Anggaran itu hanya untuk kegiatan optimalisasi, peningkatan dan perluasan, dengan nominal anggaran bervariasi,” tuturnya.

Salah satu contoh desa lokus yaitu di Desa Tolole. Terdapat pembangunan air bersih baru di 2010. Ditemukan terdapat kerusakan pada bagian pipa dan SPL. Sehingga dilakukan rehabilitasi.

Baca juga: DPUPRP Parigi Moutong ‘Lalai’, Awasi Pengadaan Air Bersih

Banyak fasilitas air bersih di Parigi Moutong alami kerusakan, bahkan ada juga sudah kembali berfungsi.

“APBD tidak bisa menganggarkan fasilitas air bersih. Makanya, Pemdes selalu diingatkan memberikan data. Agar bisa mengajukan ke pemerintah pusat melalui sistem,” terangnya.

Baca juga: Sulawesi Tengah Dapat Kuota 97 PPPK Guru Madrasah Kemenag 2021

Baca juga: Tim SAR Temukan Nelayan Hilang di Tomini, Parigi Moutong

Ia menyebut, alokasi dana pembangunan air bersih baru tahun 2021 sekitar Rp 7 Miliar, jauh menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Karena dampak pandemi covid 19.

Akibatnya, alokasi anggaran Rp 14 Miliar di Kecamatan Balinggi, tidak terealisasi.

“Ada juga anggaran sekitar Rp 6 Miliar di Desa Boloung tahun 2020,” tuturnya.

Baca juga: Proyeksi Separuh APBD Masih Ditopang APBN

Baca juga: P2TP2A Parimo Kawal Kasus Penganiayaan Anak Libatkan Oknum Polisi

Laporan: Aldi

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article