Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kementerian PUPR Bangun TPA Sampah Ramah Lingkungan

Kementerian PUPR Bangun TPA Sampah Ramah Lingkungan
Foto: Illustrasi. Kementerian PUPR Bangun TPA Sampah Ramah Lingkungan.

Gemasulawesi– Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membangun Tempat Pemrosesan Akhir atau TPA Sampah dengan system sanitary-landfill atau ramah lingkungan. Salah satunya berlokasi di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

“Bernama TPA Sampah Tanjung Harapan, lokasinya berdekatan dengan wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Menggunakan sistem sanitary- landfill, bertujuan demi meminimalisasi dampak pencemaran, baik air, tanah, maupun udara, agar lebih ramah lingkungan,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam siaran persnya, Sabtu 11 September 2021.

Menurut dia, pembangunan TPA itu merupakan bagian dari sistem sanitasi tata kota Kabupaten Nunukan, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk, dan produksi sampah rumah tangga dari masyarakat.

Baca juga: Kemenaker Optimalkan Informasi Pasar Kerja

Dia mengatakan, penanganan masalah sampah dapat dilakukan melalui dua aspek, yaitu struktural dan non-struktural. Struktural artinya membangun infrastruktur persampahan dan non-struktural mendorong perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur pengolahan sampah skala kota dinilai efektif untuk volume sampah yang tidak terlalu besar. Sehingga, pengurangan sampah dapat dilakukan mulai dari sumbernya,” kata dia.

Namun kata dia, dukungan pemerintah kabupaten atau kota juga diperlukan, terutama dalam penyediaan lahan. Dukungan pembangunan TPA Sampah Tanjung Harapan berupa peningkatan atau pengembangan dari yang sebelumnya telah dibangun tahun 2012.

Dia menyebutkan, pekerjaan fisik mulai dilaksanakan sejak 26 Januari 2021 dengan progres hingga 23 Agustus mencapai 65,22 persen.

Konstruksi TPA sampah ramah lingkungan itu ditargetkan selesai pada November 2021 untuk melayani sebanyak 77.885 jiwa atau 15.577 Kartu Keluarga (KK) di Pulau Nunukan.

TPA Sampah Tanjung Harapan lokasinya dekat dengan Malaysia bagian timur atau Sabah, yang dapat dijangkau dari Kota Tarakan sekitar 3 jam menggunakan speed boat, dan dilanjutkan jalur darat dari Pelabuhan Lim Hie Jung selama 40 menit.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Kalimantan Utara Nuris Wahyudi mengatakan, pembangunannya ini lebih menekankan pada penguatan struktur tanah di zona landfill.

“Sehingga, tidak terjadi masalah pada pergerakan tanah pada bagian turap di zona landfill saat dioperasionalkan nanti,” jelasnya.

Menurut dia, pekerjaan konstruksi dilaksanakan meliputi zona landfill, akses menuju TPA dan drainase, hanggar alat berat, dan tempat mencuci kendaraan. Kemudian, jembatan timbang, pagar keliling, gorong-gorong, gerbang, serta pos jaga. (***)

Baca juga: DP3AP2KB Parimo Bentuk Model Percontohan Masjid Ramah Anak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post