Kementerian PUPR Bangun Jalan Lingkar Kota Kendari

waktu baca 2 menit
Foto: jalan lingkar kendari, Sultra.

Berita nasional, gemasulawesi– Dalam meningkatkan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan, KemenPUPR tengah membangun Jalan Lingkar Kota Kendari di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang 33 kilometer.

“Hal ini merupakan upaya untuk terus meningkatkan konektivitas antar pusat pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, disamping pembangunan jalan tol,” ungkap Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dikutip dari laman Kementerian PUPR, Rabu 30 Juni 2021.

Diharapkan pemerintah dapat memberikan kelancaran, keselamatan, keamanan, serta kenyamanan pada pengendara, dalam peningkatan aksesibilitas serta konektivitas jaringan infrastruktur jalan.

“Akses jalan yang semakin baik akan menunjang perekonomian masyarakat di kawasan sekitar,” tuturnya.

Selain itu, pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari ini bertujuan untuk membagi volume kendaraan yang akan melintasi Kota Kendari.

“Khususnya, dari Pelabuhan Kendari ke Pusat Kawasan Industri Konawe, serta akses menuju ke Bandara Haluoleo dari Kabupaten Konawe dan Konawe Utara,” jelas Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara Yohanis Tulak Todingrara.

Jalan Lingkar Kota Kendari nantinya akan menghubungkan Jembatan Teluk Kendari-Pelabuhan Bungkutoko (New Port Kendari) dengan Kawasan Industri Konawe di Morosi.

Selain itu, mendukung angkutan logistik kebutuhan masyarakat maupun pembangunan daerah di Provinsi Sultra. Pembangunan jalan lingkar tersebut telah diinisiasi sejak tahun 2016 berupa kegiatan studi kelayakan, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), dan penyusunan detail engineering design (DED).

Baca juga: BNN Sebut Empat Daerah Sudah Terapkan P4GN di Sulawesi Tengah

Sejak tahun 2018-2019, pembebasan lahan dan pelaksanaan fisik berupa perkerasan aspal telah dimulai oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari sekitar 12,24 kilometer.

Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari ini juga sudah dimulai oleh BPJN Sulawesi Tenggara menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai Rp 69,27 miliar dengan kontrak tahun jamak. Jalan yang dibangun oleh PT Usaha Subur Sejahtera ini ditargetkan tuntas pekerjaannya pada tahun 2022.

Progres konstruksi jalan lingkar telah memasuki pekerjaan penyiapan badan jalan, galian saluran drainase dan agregat kelas A.  Dengan adanya jalan lingkar tersebut, kondisi jalan dalam kota Kendari juga bisa lebih awet, karena kendaraan besar memiliki jalur alternatif.

Hingga akhirnya diharapkan akan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Bahkan, dengan keberadaan jalan lingkar ini diharapkan dapat memberikan dampak positif peningkatan ekonomi masyarakat setempat lewat pemerataan pembangunan dengan membuka peluang-peluang usaha. Misalnya, membuka warung, restoran, dan usaha-usaha ekonomi baru. (***)

Baca juga: BPKP Gelar Bimtek Manajemen Risiko di Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.