Kementan Bangun Embung di Luwu Utara, Sulawesi Selatan

waktu baca 2 menit
Foto: Salah satu embung di Sulawesi Tengah.

Berita nasional, gemasulawesi– Untuk meningkatkan meningkatkan produktivitas pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan) membangun embung di Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

“Agar aliran air dapat terdistribusi dengan baik, kami membangun embung yang disalurkan untuk Kelompok Tani Momearoi di Desa Taloto, Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara,” ungkap Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, di Jakarta, Senin 28 Juni 2021.

Embung di Luwu Utara merupakan program pengairan areal persawahan agar budidaya pertanian berjalan dengan baik. Sebab, air merupakan salah satu faktor utama dalam sektor pertanian yang harus dijaga dengan baik.

“Air merupakan faktor penting dalam budidaya pertanian. Keberadaannya harus diperhatikan dengan baik, karena aliran air yang baik akan membuat budidaya pertanian juga menjadi baik,” tuturnya.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Ali Jamil menjelaskan, embung merupakan salah satu program krusial sebagai pengaturan air. Dalam kondisi apapun, air harus diatur dengan baik agar dapat dialiri ke sawah sesuai kebutuhan.

“Embung ini merupakan water management. Pertanian tak boleh terganggu apapun baik saat musim hujan maupun musim kemarau. Untuk itu, embung merupakan program yang diperuntukkan memasok air dengan baik sesuai kebutuhan ke areal persawahan petani,” jelasnya.

Baca juga: Sulawesi Terkini, Akibat Gagal Panen Produksi Petani Tolai Turun 60 Persen

Kemudian, dengan pasokan air yang cukup maka petani dapat terus berproduksi dan meningkatkan produktivitas mereka. Dengan embung berkontribusi besar untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian petani.

“Orientasi akhirnya adalah tingkat kesejahteraan petani. Hal ini sejalan dengan tujuan pembangunan pertanian kita, yaitu menyediakan pangan bagi seluruh rakyat, meningkatkan kesejahteraan petani dan menggenjot ekspor,” tuturnya.

Direktur Irigasi Pertanian Ditjen PSP Kementan, Rahmanto menjelaskan, bangunan konservasi air untuk Kelompok Tani Momearoi dibuat dengan panjang 28 meter, lebar 10 meter dengan kedalaman empat meter.

“Kami berharap embung ini dapat bermanfaat bagi petani setempat untuk digunakan dengan bijak. Tak hanya untuk tanaman pangan, embung ini juga berfungsi untuk hortikultura, peternakan dan perkebunan,” tutupnya. (***)

Baca juga: 2022, Bantuan 1 Miliar Rupiah untuk Petani Parigi Moutong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.