Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Kementan Alokasikan 25 Hektare Budi Daya Porang di Parimo

Must read

Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Kementerian Pertanian akan mengalokasikan lahan sekitar 25 hektare untuk budi daya tanaman Porang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah yang baru akan dimulai tahun 2022.

“Porang masuk kategori tanaman pangan. Sehingga, Kementerian Pertanian mengalokasikan Parigi Moutong bibit tahun depan untuk lahan 25 hektare sebagai tahap awal. Pasalnya memiliki kontribusi besar terhadap produksi pangan Sulteng,” ungkap Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong, Dadang Priatna Jaya, via sambungan telepon, Kamis 10 Juni 2021.

Ia menjelaskan, pasar tanaman Porang saat ini terbuka luas, khususnya pasar ekspor sehingga Pemerintah Pusat menjadikan Porang sebagai komoditas prioritas selain tanaman pangan lainnya, sekaligus menjadi program prioritas Kementerian Pertanian untuk di kembangkan di daerah.

Oleh karena itu, Parigi Moutong mendapat kuota pengembangan yang nantinya bibit atau katak Porang disediakan kementerian teknis terkait yang pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga: Disperindag Parigi Moutong Segera Sosialisasikan Pemanfaatan Tol Laut

“Saat ini di Parigi Moutong sudah ada petani menanam secara mandiri, tetapi masih sebagian kecil karena harga benih lumayan mahal, sehingga tidak semua petani mampu mengadakan benih,” ujar Dadang.

Ia memaparkan, keunggulan komoditas tersebut tidak perlu membutuhkan lahan khusus, karena sistem penanaman hanya ditanami di sela-sela komoditas lain, seperti lahan perkebunan kelapa, kakao, cengkeh dan sebagainya.

Kementerian Pertanian tidak menyarankan petani menanam komoditas tersebut dilahan persawahan, sebab pemerintah tidak menginginkan tanaman Porang mereduksi komoditas padi dan jagung, karena kedua komoditas tersebut masuk dalam program nasional Upaya khusus Padi, Jagung dan Kedelai (Upsus Pajala).

“Jangan sampai mereduksi dua komoditas pokok tanaman pangan. Program budi daya Porang ini sesungguhnya untuk menambah varian tanaman pangan sekaligus memperkuat nilai ekspor bahan pangan,” kata Dadang menuturkan.

Ia mengatakan, sebelum program ini berjalan, maka perlu menyosialisasikan dan mengedukasi petani cara membudidayakan komoditas tersebut, termasuk menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga penyuluh dan pengembangan nanti menyasar seluruh petani di berbagai subsektor pertanian.

Lebih lanjut dijelaskannya, harga benih saat ini berada dikisaran harga Rp250 ribu perkilo, dan satu hektar lahan membutuhkan 10 ribu benih atau katak Porang.

“Artinya, dengan lahan seluas 25 ribu hektare, kita membutuhkan kurang lebih 250 ribu kilogram benih Porang,” tutupnya.

Baca juga: IMB Hambat Pembangunan Asrama Mahasiswa Parigi Moutong di Kota Palu

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article