Banner Disperindag 2021 (1365x260)

KemenPPPA Janji Bantu Asuh Anak Ditinggal Ortu Akibat Covid19

KemenPPPA Janji Bantu Asuh Anak Ditinggal Ortu Akibat Covid19
Foto: Illustrasi implementasi asuh anak ditinggal Ortu.

Gemasulawesi- KemenPPPA menyebut berjanji untuk membantu proses asuh anak ditinggal Ortu akibat pandemi covid19.

“Kami akan pastikan anak-anak itu tetap terlindungi dan hak-haknya dapat terpenuhi,” ungkap Menteri PPPA Bintang Puspayoga dalam keterangan tertulis, Sabtu 7 Agustus 2021.

Bantuan proses asuh anak ditinggal Ortu akibat covid19 itu kata dia, sesuai dengan UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014, setiap anak berhak untuk diasuh orang tuanya sendiri.

Baca juga: Meski Ada SKB, Revisi UU ITE Tetap Dilakukan

Kecuali jika ada alasan atau aturan hukum sah menunjukkan, pemisahan itu adalah demi kepentingan terbaik bagi anak dan merupakan pertimbangan terakhir.

Hanya saja, Asisten Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan Keluarga dan Lingkungan KPPPA Rohika Kurniadi Sari mengatakan, belum bisa mengimplementasikan bantuan asuh anak itu, salah satu kendalanya yakni ada di pendataan.

“Masih belum dibangun sistem, kalau ditanya berapa sih? Belum ada, masih koordinasi dengan 34 provinsi untuk mengawal data ini semua,” ungkapnya, Sabtu.

Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan sosialisasi protokol dan implementasi pengasuhan itu pekan depan.

“Minggu depan sosialisasi bantuan pengasuhan. Kalau sudah sosialisasi tahu tugasnya baru kita kapasitaskan. Kita tidak target waktu implementasi. Sesegera mungkin,” ujarnya.

Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Penganiayaan Bocah Panti Asuhan di Gresik

Implementasi asuh anak ditinggal Ortu melibatkan psikolog dan konselor

Implementasi itu akibat covid19 itu juga akan melibatkan psikolog dan konselor memberikan konsultasi psikologis kepada anak-anak terdampak.

Selain itu, psikolog dan konselor juga akan membantu menentukan pengasuh untuk anak-anak penyintas.

“Ada 189 layanan pusat pembelajaran keluarga di dalamnya ada psikolog. Ketika tidak ada psikolog mereka punya supervisor psikolog masih konselor belum psikolog,” sebutnya.

Berdasarkan data Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos, sebanyak 166 anak yatim piatu dan yatim atau piatu akibat covid19 di Jawa Timur. Selain di Jatim, di Yogyakarta juga tercatat sebanyak 150 anak mengalami hal serupa.

Bantuan dimaksud KemenPPPA itu adalah memastikan anak tetap memiliki pengganti orang tua.

Sehingga, tetap mendapatkan pengasuhan, pemeliharaan pendidikan, dan perlindungan, termasuk mendapatkan dukungan pembiayaan hidup dan pemenuhan hak anak lainnya. (***)

Baca juga: Tiga Pelaku Penghilangan Nyawa di Kota Palu Jadi Tersangka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post