Kemenkeu Bakal Tambah Pajak Orang Super Kaya Sebesar 35 Persen

waktu baca 2 menit
Foto: Illustrasi Pajak.

Berita nasional, gemasulawesi- Kemenkeu akan menambah satu lapisan di atas empat lapisan tarif PPh OP ada saat ini. Dengan lapisan baru, orang super kaya dengan penghasilan di atas Rp 5 miliar akan mengalami kenaikan tarif pajak sebesar 35 persen.

“Kami akan melalukan pengubahan tarif dan bracket PPh OP, yang kami tambahkan satu bracket di atas yaitu 35 persen,” ungkap Menkeu Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja membahas RUU KUP bersama Komisi XI DPR RI, Senin 28 Juni 2021.

Dalam rapat kerja Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR RI, terkuat penambahan lapisan tarif Pajak Penghasilan atau PPh orang super kaya hingga 35 persen masuk dalam pembahasan RUU KUP.

“Kami akan melalukan pengubahan tarif dan bracket (lapisan) PPh OP, yang kami tambahkan satu bracket di atas yaitu 35 persen untuk mereka yang pendapatannya di atas Rp 5 miliar per tahun agar lebih mencerminkan keadilan,” ujarnya.

Kenaikan tarif dan tambahan bracket diperlukan karena pemajakan atas orang kaya tidak maksimal karena adanya pengaturan terkait fringe benefit (natura).

Baca juga: DPRD: Dishub Mesti Tingkatkan Sektor Penghasil PAD

Selama tahun 2016-2019, rata-rata tax expenditure PPh OP atas penghasilan dalam bentuk natura sebesar Rp 5,1 triliun.

Selain itu, lebih dari 50 persen tax expenditure PPh OP dimanfaatkan WP berpenghasilan tinggi.

Dalam lima tahun terakhir pun, hanya 1,42 persen dari total jumlah wajib pajak orang pribadi yang melakukan pembayaran dengan tarif tertinggi sebesar 30 persen

“Bila dilihat dari penghasilan kena pajak yang dilaporkan, hanya 0,03 persen dari jumlah wajib pajak OP yang memiliki penghasilan kena pajak lebih dari Rp 5 miliar per tahun,” beber Sri Mulyani.

Jumlah lapisan pajak orang pribadi di Indonesia lebih sedikit dibandingkan dengan negara lain.

Vietnam dan Filipina misalnya, memiliki 7 lapisan. Sementara Thailand memiliki 8 lapisan dan Malaysia memiliki 11 lapisan.

“Jumlah tax bracket di indonesia sekarang ini ada 4, ini mengakibatkan PPh orang pribadi di Indonesia jadi kurang progresif,” tutupnya. (***)

Baca juga: Ribuan Wajib Pajak Majene Sudah Laporkan SPT Akhir Tahun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.