Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemenkes Uji Coba Digital Prokes Aktivitas Masyarakat

Kemenkes Uji Coba Digital Prokes Aktivitas Masyarakat Menteri Kesehatan
Foto: Illustrasi aplikasi pedulilindungi.

GemasulawesiMenteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, akan melakukan uji coba digital Prokes di enam aktivitas utama masyarakat.

“Keenam aktivitas utama itu adalah perdagangan modern dan tradisional, kantor atau kawasan industri, transportasi darat, laut dan udara, pariwisata, keagamaan dan pendidikan,” ungkap Budi dalam konferensi pers melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin 9 Agustus 2021.

Dia menyebut, keenam jenis aktivitas uji coba digital Prokes itu nantinya akan menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk mengetahui status vaksin seseorang.

Baca juga: Distribusi Vaksin Covid19 Prioritas ke Wilayah Kasus Kematian Tinggi

“Sudah diputuskan presiden akan gunakan aplikasi PeduliLindungi sebagai dasar dan minggu depan mulai di beberapa mal, kerja sama dengan asosiasi mal Indonesia,” ujarnya.

Budi mengatakan, mereka yang melakukan enam jenis kegiatan itu akan di-screening untuk melihat apakah sudah divaksinasi atau belum melalui aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu, mereka yang sudah divaksinasi, akan memperoleh kelonggaran dalam penerapan Prokes covid19.

“Kalau yang sudah vaksin satu meja berempat dan bisa selamanya buka masker. Sementara, yang belum vaksin satu meja berdua dan ditaruh di ruangan terbuka, dan akan diatur dalam Prokes untuk keenam aktivitas,” tuturnya.

Dia berharap, dengan pilot project itu, penerapan Prokes tidak hanya dimiliki oleh pemerintah tetapi juga masyarakat dalam beraktivitas.

“Jadi pengawasan lebih efektif karena dilakukan asosiasi bersama pemerintah,” ucapnya.

Langkah itu kata dia, guna mengantisipasi kekhawaturan tentang kemungkinan besar pandemi covid19 akan bertahan cukup lama di Indonesia, bahkan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memutus mata rantai penularannya.

Presiden arahkan roadmap penerapan Prokes

Oleh karenanya, dibutuhkan roadmap agar ke depannya kegiatan masyarakat berjalan aman selama pandemi.

“Jadi arahan presiden kita harus miliki roadmap bagaimana kalau ke depannya virus ini hilang butuh waktu sampai tahunan, bagaimana Prokes kita bisa menjaga kita untuk tetap normal menjalankan ekonomi dengan kondisi lebih aman,” kata dia.

Selain itu, sebanyak 45 kabupaten/kota di luar Jawa dan Bali akan menjadi prioritas untuk mendapatkan tambahan stok vaksin covid19.

Langkah tersebut kata dia, dilakukan karena kasus konfirmasi positif covid19 mengalami peningkatan di daerah itu.

“Bapak Presiden juga menyampaikan dipastikan bahwa 7 wilayah aglomerasi di Jawa dan Bali kalau bisa segera diselesaikan (vaksinasi) dengan minimal 70 persen sudah dicapai di akhir September,” pungkasnya. (***)

Baca juga: Kota Palu Sosialisasi Prokes PPKM di Sejumlah Warkop

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post