Kemenkes Sebut Tipis Kemungkinan Hepatitis Misterius Menjadi Pandemi

waktu baca 2 menit

Kesehatan, gemasulawesi – Kemenkes sebut hepatitis misterius tipis kemungkinan untuk menjadi pandemi seperti Covid-19, Sekretaris Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi sebut tipis kemungkinan hepatitis misterius untuk menjadi pandemi seperti Covid-19.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Direktorat Jendral Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi Kemenkes yang sebut kalau hepatitis misterius terkait dengan jumlah kasus yang relatif sedikit juga tidak berdampak pada aktivitas masyarakat.

“Bila kita lihat dari perkembangan kasusnya, kalau masih berkembang sebagai situasi pandemi, sepertinya sangat tipis kemungkinan karena kondisinya tidak mengancam dan juga tidak menganggu aktifitas masyarakat,” ucap Nadia dalam diskusi di kompleks parlemen, Kamis 19 Mei 2022.

Baca Juga: Bupati Minta Gubernur Sulteng Bantu Bangun Jalan Kantong Produksi di Sigi

Ia mengatakan jumlah kasus hepatitis akut misterius di seluruh dunia telah mencapai 436, yang tersebar di 27 negara.

Menurut pakar, Nadia menjelaskan, hepatitis misterius saat ini lebih mirip hepatitis A yang ditularkan melalui makanan.

“Para ahli mengatakan bahwa hepatitis akut menyerupai gejala hepatitis A (yang) ditularkan melalui makanan,” ucap Nadia.

Ia juga menghimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dan rajin mencuci tangan, juga tidak makan sembarangan dan menjaga alat makan tidak digunakan oleh orang lain.

Nadia menjelaskan, saat ini pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memberikan edukasi dan mengantisipasi penyebaran penyakit itu di sekolah.

Di sisi lain, Nadia juga meyakinkan bahwa kasus penyebaran hepatitis akut tidak menghentikan proses pembelajaran di sekolah.

Baca: DPRD Parigi Moutong Desak UNDP Selesaikan Pekerjaan 7 Sekolah

Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mencatat 18 kasus hepatitis misterius di Indonesia. Namun, tidak ada kasus yang dikonfirmasi secara resmi dari jumlah tersebut.

Baca: Makam Arfandi Ardiansyah Dibongkar Untuk di Autopsi

Kementerian Kesehatan mengatakan Indonesia dan negara-negara lain di dunia masih menunggu keputusan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Apalagi, Kementerian Kesehatan belum bisa mengidentifikasi penyebab dugaan hepatitis akut misterius tersebut. (*)

Baca: 10 Tempat Wisata Jawa Barat ‘Reachable’ yang Tidak Boleh Dilewatkan Saat Disana!

Kunjungi Gemasulawesi di : Google News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.