Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemenkes: Pekan Ini, Angka Kematian Covid19 Indonesia Menurun

Kemenkes: Pekan Ini, Angka Kematian Covid19 Indonesia Menurun
Juru Bicara Vaksinasi covid19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi.

Gemasulawesi– Kemenkes menyebut pada pekan ini angka kematian covid19 Indonesia menurun hingga 16 persen dibandingkan pekan lalu.

“Meski turun, kita tetap harus waspada untuk mencegah terjadinya keparahan yang menyebabkan kematian,” ungkap Juru Bicara Vaksinasi covid19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya, di Jakarta, Kamis 26 Agustus 2021.

Angka tes covid19 juga masih tinggi secara nasional yakni 2,54 per 1.000 penduduk pada pekan ini dengan positivity rate 18,2 persen (standar WHO 5 persen).

Baca juga: Menkes: Manajemen Stok Vaksin Dilakukan Pusat, Bukan Daerah

Ia meminta seluruh provinsi untuk terus meningkatkan testing. Tetap waspada untuk terus menekan angka kematian covid19 Indonesia.

“Beberapa provinsi mengalami penurunan dan belum mencapai target tes minimal, yaitu Aceh, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, NTB, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat,” jelasnya.

Tren penurunan kasus aktif covid19 berimbas pada angka keterpakaian tempat tidur (BOR) secara nasional rata-rata saat ini 31,15 persen, tidak ada provinsi yang BOR-nya di atas 70 persen.

Pemerintah mengklaim angka kematian covid19 Indonesia terus menurun konsisten dari puncak lonjakan akibat serangan varian delta pada Juli lalu.

Baca juga: 291 Ribu Warga Sudah Ikuti Vaksinasi di Sulawesi Tengah

Bahkan kasus aktif covid19 saat ini menjadi 273.750 orang atau turun 17.014 dari hari sebelumnya.

Selain angka kematian covid19 Indonesia menurun, angka kesembuhan juga naik 35 ribu per hari.

“Evaluasi mingguan kami terjadi penurunan kasus 34 persen dibanding minggu sebelumnya, Penurunan kasus signifikan terutama terjadi di Provinsi Papua Barat, Maluku dan Jawa Tengah dengan persentase penurunan kasus tertinggi dibandingkan minggu sebelumnya,” tuturnya.

Baca juga: Pengadaan 3 Juta Dosis Vaksin Sinovac Telan Anggaran 633 milyar

Manajemen Stok Vaksin Dilakukan Pusat, Bukan Daerah

Sebelumnya, Menkes meminta Pemda segera menyuntikan vaksin kepada masyarakat, tanpa khawatir ketersediaan vaksin. Sebab, menurutnya manajemen stok vaksin dilakukan pemerintah pusat, bukan daerah.

“Kekhawatiran Pemda soal stok vaksin dosis kedua, menyebabkan stok cukup banyak sekitar 25 juta dosis vaksin ada di daerah,” ungkap Menkes Budi Gunadi Sadikin, saat konferensi virtual Kemenkes bertema Update Ketersediaan Vaksin Covid19, Selasa 24 Agustus 2021.

Pihaknya mengakui, memang masih perlu dilakukan berbagai perbaikan terkait manajemen stok vaksin.

Baca juga: Pemkot Palu Wajibkan 80 Persen Warga Divaksin Pekan Ini

Misalnya, vaksin untuk suntikan dosis kedua, ternyata digunakan saat suntikan dosis pertama.

Bahkan, sebaliknya peruntukan penyuntikan pertama, sebagian ditahan untuk suntikan kedua.

Selain sengaja menahan stok vaksin kata dia, pihaknya mencatat ada juga daerah memang tidak memiliki stok vaksin. (**)

Baca juga: Kota Palu Terbanyak Pasien Sembuh Covid 19 di Sulteng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post