Kemenhub Tanda Tangani Kontrak Rekonstruksi Pelabuhan Pantoloan Palu

waktu baca 2 menit
Foto: Kemenhub Tanda Tangani Kontrak Rekonstruksi Pelabuhan Pantoloan Palu.

Gemasulawesi– Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menandatangani kontrak Package Civil Works (CW) Sea Port 3: Works for Reconstruction of Pantoloan Port yang menjadi awal pekerjaan fisik rehabilitasi dan rekonstruksi di Teluk Palu yaitu rekonstruksi Pelabuhan Pantoloan.

Penandatanganan kontrak rekonstruksi Pelabuhan Pantoloan Palu dilakukan Senior Vice President Infrastruktur PT Amarta Karya (Persero), Donald Pandapotan Silalahi bersama Pejabat Pembuat Komitmen Satuan Kerja Peningkatan Fungsi Kepelabuhanan Pusat, Fandhika Putera Santoso disaksikan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perhubungan Laut yang diwakili Direktur Kepelabuhanan, Subagiyo.

Subagiyo menjelaskan Terminal Pantoloan Palu adalah pelabuhan utama di Teluk Palu dan menjadi pintu masuk logistik pendukung perekonomian wilayah yang sampai sekarang ini masih beroperasi dan melayani logistik masyarakat di Kota Palu.

Baca juga: Ini Poin Penanganan Rehabilitasi Rekonstruksi Pasca Bencana 2018

“Namun, pascabencana gempa bumi dan tsunami yang melanda Indonesia pada tahun 2018, Terminal Pantoloan rusak yang efeknya cukup membatasi operasional ke pelabuhanan,” kata Subagiyo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat 1 Oktober 2021.

Subagiyo mengatakan, sekarang sedang melaksanakan program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana terhadap infrastruktur pelabuhan-pelabuhan di Teluk Palu, Sulawesi Tengah.

Katanya, program itu didanai melalui Pinjaman Luar Negeri Asian Development Bank (ADB) yang telah efektif dilaksanakan sejak 4 November 2019 hingga tahun 2023.

Pihaknya berharap dengan dilaksanakannya pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi Terminal Pantoloan ini dapat mengoptimalkan serta meningkatkan pelayanan publik, yang tentunya menunjang perekonomian di Kota Palu.

“Kami mengapresiasi dan berharap seluruh stakeholder yang terlibat dapat berkomitmen penuh dalam melaksanakan pekerjaan rekonstruksi Terminal Pantoloan dan selalu memperhatikan setiap aspek penting dalam pelaksanaannya,” ujarnya.

Baca Juga: Sri Mulyani: E-Materai Legalkan Dokumen Elektronik

Subagiyo menambahkan, Kemenhub juga meminta agar PT. Amarta Karya – Setia Mulia Abadi, KSO selaku penyedia jasa konstruksi untuk paket pekerjaan ini dapat melaksanakan komitmen-komitmen yang telah disepakati dalam kontrak agar program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana khususnya di Terminal Pantoloan dapat berjalan dengan lancar sesuai target yang telah ditentukan.

Kegiatan Civil Work Sea Port 3: Reconstruction of Pantoloan Port yang termasuk ke dalam program Emergency Assistance for Rehabilitation and Reconstruction atau disingkat EARR Palu yang dibiayai pinjaman luar negeri Asian Development Bank (ADB).

Kementerian Perhubungan melalui program EARR Teluk Palu berkomitmen untuk mengembalikan fungsi fasilitas dan pelayanan Terminal Pantoloan.

Adapun Pekerjaan Rekonstruksi Terminal Pantoloan mencakup pekerjaan rehabilitasi fasilitas laut, termasuk di dalamnya melanjutkan extension upperstructure dermaga, serta pekerjaan fasilitas sisi darat seperti area kantor dan pelayanan umum. (****)

Baca juga: Kebijakan Percepatan Penyelesaian Rehabilitasi dan Rekonstruksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.