Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemenhub-BMKG Sinergi Tingkatkan Aspek Keselamatan Angkutan Penyeberangan

Kemenhub-BMKG Sinergi Tingkatkan Aspek Keselamatan Angkutan Penyeberangan
Foto: Illustrasi angkutan penyebrangan.

Gemasulawesi– Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, komitmen memperkuat sinergitas dengan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sangat diperlukan untuk menjaga aspek keselamatan angkutan penyeberangan.

“Terdapat beberapa hal diharapkan Kemenhub dari BMKG untuk meningkatkan keselamatan angkutan penyeberangan,” ungkap Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dalam pernyataan tertulisnya, Rabu 18 Agustus 2021.   

Dia mengatakan, beberapa harapan itu yakni pemasangan alat atau sensor observasi cuaca maritime AWS dan HF Radar pada pelabuhan, untuk meningkatkan aspek keselamatan angkutan penyeberangan.

Baca juga: Kadin Sulteng: Perlu Sinergitas Jaga Stabilitas Ekonomi

Selain itu untuk meningkatkan aspek keselamatan angkutan penyeberangan, juga penempatan petugas BMKG pada pelabuhan dengan kondisi padat aktivitas. Dan berada pada area rawan perubahan cuaca ekstrem.

“Dukungan informasi iklim dan cuaca dari BMKG sangat penting peranannya, khusunya transportasi, dalam rangka meningkatkan aspek keselamatan angkutannya, guna mencegah terjadinya korban jiwa dan kerugian,” kata dia.

Sementara, Kemenhub juga perlu meningkatkan fungsi stasiun atau local port service (LPS) untuk melayan pengaturan kapal. Selain itu juga menjadi pusat informasi cuaca maritim di pelabuhan penyeberangan.

“Saya meminta kepada seluruh stakholder pelabuhan penyeberangan agar senantiasa bersikap waspada, sigap, patuh dan disiplin dalam menjaga aspek keselamatan dan keamanan angkutan penyeberangan kita. Sehingga masyarakat pengguna jasa merasa aman menggunakan angkutan penyeberangan,” ucapnya.

Fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran tugas Kemenhub

Dia menjelaskan, pelaksanaan fungsi keselamatan dan keamanan pelayaran angkutan sungai, danau, dan penyeberangan (ASDP) saat ini menjadi tugas dari Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub.

Hal itu dilakukan melalui Direktorat Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan.

“Mulai 1 Juni 2021, pelaksanaan keselamatan dan keamanan pelayaran ASDP menjadi tugas dari Ditjen Perhubungan Darat, yang sebelumnya dilaksanakan oleh Ditjen Perhubungan Laut,” tutur Budi. 

Dia pun mengungkapkan, saat ini terdapat 238 pelabuhan direncanakan melayani angkutan penyeberangan.

Saat ini sudah ada 208 pelabuhan sudah melayani angkutan penyeberangan.

“Dengan adanya pengembangan jaringan pelayanan penyeberangan melalui konsep sabuk lintas berpotensi untuk menjangkau 2.342 pulau berpenghuni dan 31 pulau kecil terluar yang berpenghuni,” tutupnya. (***)

Baca juga: Pemerintah Jamin Ketersediaan Stok Makanan Saat PPKM 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post