Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemendikbudristek Mulai Salurkan Bantuan Internet Kepada 24,4 Juta Penerima

Kemendikbudristek Mulai Salurkan Bantuan Internet Kepada 24,4 Juta Penerima
Foto: Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

Gemasulawesi- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mulai menyalurkan bantuan kuota data internet kepada 24,4 juta penerima pada 11 September 2021.

Menurut Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim melalui pesan terulisnya, Sabtu 11 September 2021 di Jakarta, mereka yang menerima banuan kuota internet adalah yang nomornya telah diverifikasi dan divalidasi.

Bantuan kuota ini, menurut Menteri Nadiem, adalah untuk mendukung pembelajaran di masa pandemi yang berlangsung secara tatap muka terbatas maupun pembelajaran jarak jauh.

Baca juga: Kemendikbud Minta Mutahirkan Data Penerima Bantuan Kuota Pelajar

Bantuan kuota internet ini, kata Menteri Nadiem, diberikan setelah mendengar masukan dari banyak pihak yang menginginkan bantuan kuota data internet ini dilanjutkan.

“Alhamdulillah hari ini kuota data internet telah mulai disalurkan secara bertahap ke sekitar 24,4 juta peserta didik dan pendidik. Semoga ini dapat membantu meringankan beban para pendidik dan juga orang tua,” kata Menteri Nadiem.

Penyaluran bantuan kuota data internet lanjutan pada bulan September 2021 ini sebanyak 22,8 juta nomor ponsel peserta didik jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi. Lalu, 1,6 juta pendidik jenjang pendidikan anak usia dini sampai pendidikan tinggi.

Sebagaimana diketahui, pemberian bantuan kuota data internet lanjutan ini telah diumumkan Mendikbud Ristek pada 8 Agustus 2021 bersama Menteri Keuangan dan Menteri Agama.

Besaran bantuan yang dialokasikan di antaranya adalah;

7 GB per bulan untuk peserta didik pendidikan anak usia dini, 10 GB per bulan untuk peserta didik jenjang pendidikan dasar dan menengah.

12 GB per bulan untuk guru pendidikan anak usia dini dan jenjang pendidikan dasar dan menengah.

15 GB per bulan untuk mahasiswa dan dosen.

Semua bantuan kuota tahun 2021 adalah kuota umum yang dapat digunakan untuk mengakses laman dan aplikasi kecuali yang diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Daftar laman dan aplikasi yang diblokir di antaranya adalah facebook, instagram, pinterest, snack video, snapchat, tiktok, viu, dan netflix.

Sedangkan game yang diblokir ada garena free fire, garena AOV, FIFA mobile football, clash of clans, mobile legends, PUBG, roblox.

“Kepala sekolah dan pimpinan perguruan tinggi dapat memutakhirkan data nomor telepon seluler peserta didik dan pendidik pada sistem data pokok pendidikan (Dapodik) dan pangkalan data pendidikan tinggi (PDDikti). Serta tidak lupa mengunggah Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak,” tutur Nadiem.

Penyaluran bantuan kuota ini cair mulai Sabtu, 11 September 2021. Kemudian akan disalurkan 11 sampai 15 Oktober, dan 11 sampai 15 November 2021. Kuota tersebut berlaku selama 30 hari sejak kuota data diterima. (****)

Baca juga: Nadiem: PTM Terbatas Bukan Sekolah Seperti Biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post