Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemendag Blokir Toko Online Jualan Obat

Kemendag Blokir Toko Online Jualan Obat
Foto: Illustrasi Marketplace.

Gemasulawesi- Kemendag blokir toko online. Khususnya, menjual obat terapi covid19 tanpa izin atau tanpa mewajibkan resep dokter.

“Yang kami lakukan adalah kami tutup (di) lokapasar penjual ilegal dari platform daring mereka sudah ada 2400 di takedown,” ungkap Mendag Muhammad Lutfi, pada rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, Kamis 26 Agustus 2021.

Dia menambahkan, penjualan obat-obatan di marketplace bersinggungan dengan tupoksi Kemendag. Sehingga, pihaknya bisa menindak tegas ketika terjadi pelanggaran.

Baca juga: Kemendag Awasi Jasa Layanan Cetak Kartu Vaksin Covid19

Selain Kemendag blokir toko online, toko fisik menjadi kewenangan atau yurisdiksi Kementerian Kesehatan atau Badan Perlindungan Obat dan Makanan (BPOM).

Sehingga, obat terapi Covid19 hingga oksigen sempat dijual selangit dan bahkan kehabisan stok tidak masuk dalam pengawasan Kemendag.

“Secara UU begitu, ini yurisdiksi dari impor, produksi, izin edar, dan distribusi semuanya terpadu 1 pintu di Kemenkes dan/atau BPOM,” kata dia.

Pada saat kasus Covid19 sedang tinggi-tingginya di bulan Juli kemarin, berbagai jenis obat terapi dan oksigen sempat mengalami kekosongan stok. Hal itu dimanfaatkan toko obat fisik hingga daring menaikan harga hingga selangit.

Misal, penjual e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee mematok harga Ivermectin di kisaran Rp250 ribu hingga Rp298 ribu untuk sepuluh tablet, atau kisaran Rp25 ribu hingga Rp29.800 per tablet.

Padahal, menurut Menteri BUMN Erick Thohir harga Ivermectin cukup murah yakni Rp5.000-Rp7.000 ribu per tablet. Itu berarti, harga Ivermectin di e-commerce melambung 257 persen hingga 496 persen.

Erick Thohir kecam harga obat covid19 melejit tajam

Menteri Erick Thohir pun mengecam harga obat terapi pencegahan, dan penyembuhan Covid-19 ivermectin melejit tajam di tengah kebutuhan tinggi di masyarakat.

Oleh karenanya, ia memerintahkan kepada perusahaan farmasi BUMN, Indofarma dan Kimia Farma untuk memastikan ketersediaan obat-obatan di masyarakat.

Bahkan, tindakan oknum pemilik toko online yang menjual harga obat dan oksigen selangit telah ditindak tegas oleh Polri.

Polri menangkap sejumlah pelaku, karena dianggap melakukan pelanggaran, dengan memanfaatkan situasi untuk mengambil keuntungan pribadi. (***)

Baca juga: Disperindag Parigi Moutong Tera Ulang SPBU Toboli dan Ampibabo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post