Kemendag Akan Jalin Kerjasama Dengan APH, Tindak Penimbun Migor

waktu baca 2 menit
Ket Foto: Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat mengunjungi Pusat Pasar Medan, memantau harga dan ketersediaan minyak goreng hari ini, Sabtu (26/2/2022). (Foto: Kemendag)

Medan, gemasulawesi.com – Kementerian perdagangan (Kemendag) akan menjalin Kerjasama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) menindak tegas pelaku penimbunan minyak goreng (migor).

Hal itu ditegaskan, Mendag Lutfi dalam rapat koordinasi distribusi migor di Medan, Sumatera utara, Sabtu, Februari 2022.

“Harus ditindak tegas pelaku penimbunan ini, perilaku seperti itu membuat masyarakat sengsara. Tidak boleh dibiarkan,” tegas Lutfi.

Baca: Stok Migor di Sumatera Barat Surplus 3,1 Juta Liter

Sebelumnya, untuk memastikan stok dan kelancaran distribusi migor dan barang kebutuhan pokok lainnya, Mendag Lutfi juga memimpin rakor di Bandar Lampung, Lampung, Padang, Sumatra Barat, dan Jambi.

Lanjut dia, Kemendag akan melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum dalam mengawal distribusi migor di Sumatera utara dan tindak tegas pelaku penimbun migor, apalagi mencermati kondisi lapangan tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya.

“Pasokan migor disini berlimpah, tapi kok aneh keadaan di pasar tidak sesuai. Ini produsen maupun peritel harus ditindak tegas jika ketahuan menimbun migor,” tekannya.

Baca: Stok Migor di Sumatera Barat Surplus 3,1 Juta Liter

Ia menjelaskan, migor yang dipasok di Sumatera utara sekitar 33 juta liter dalam sepuluh hari terakhir.

Untuk itu kata dia, tidak ada alasan kelangkaan migor di Sumatera utara, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota yang ada di Sumatera utara harus bekerja sama mengatasi persoalan tersebut.

“Tolong, pelaku usaha dan pemerintah daerah setempat bekerja sama. Mekanisme pasar yang baik harus dikedepankan, agar keadaan bisa menjadi normal. Karena Kemendag telah menjamin pasokan melimpah,” tuturnya.

Baca: Mendag Lutfi, Tingkatkan Intensitas Koordinasi Dengan Pemda

Dikesempatan yang sama, gubernur Sumtera utara Edy, mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera utara dan Kemendag telah berkoordinasi dalam rangka mengatasi persoalan distribusi migor.

Ia mengungkapkan, sebenarnya pasokan migor di wilayahnya sudah cukup, selanjutnya tinggal mengkoordinasikan dengan kepala dinas kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Sumatera utara.

Di hari yang sama, Lutfi meninjau Pasar Pusat di Kota Medan, untuk meninjau harga dan pasokan migor, di pasar itu ditemukan kendala distribusi walaupun diketahui pasokan migor mencukupi.

“Disini pasokan migor lebih banyak dibanding wilayah lainnya yang ada di Indonesia, terhitung Surplus. Saya berharap pemerintah Sumatera utara bekerja sama agar melancarkan distribusi migor sehingga harga bisa sesuai dengan aturan yang ditetapkan pemerintah,” tutupnya. (adv)

Baca: TNI AU Dilibatkan, Perkuat Pasokan Migor Wilayah Timur Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.