Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kemenag Sulsel: Pesugihan di Gowa Langgar Norma Agama

Kemenag Sulsel: Pesugihan di Gowa Langgar Norma Agama
Foto: Kemenag Sulsel: Pesugihan di Gowa Langgar Norma Agama.

Gemasulawesi- Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan menilai orangtua tumbalkan mata anaknya karena pesugihan merupakan melanggar norma agama.

“Kemenag menilai aksi yang dilakukan orangtua mencongkel mata anaknya semacam dukun,” kata Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulawesi Selatan, Khaeroni saat dihubungi, Senin 6 September 2021.

Dia menegaskan, praktik pesugihan di Gowa itu bertentangan dengan norma agama dan adat istiadat. Bahkan, secara budaya di wilayah setempat dan agama.

Baca juga: Bocah Enam Tahun Jadi Korban Pesugihan, Lima Orang Ditangkap Polisi

Menurut Khaeroni, tindakan mengorbankan anak itu baru ditemui di Kabupaten Gowa. Dia belum pernah menemukan kegiatan serupa di daerah lain.

“Saya sudah perintahkan penyuluh seluruh kelurahan atau desa dan Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat Sulsel dalam perspektif agama agar tidak terjadi hal-hal yang melanggar norma-norma agama,” tuturnya.

Sebelumnya, peristiwa memilukan dialami bocah berusia enam tahun asal Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Bocah perempuan itu diduga dianiaya ibu dan ayah kandungnya, bersama kakek dan pamannya.

Mata kanan anak itu dilukai, bahkan diduga akan dicungkil. Matanya diduga akan dikorbankan untuk ritual pesugihan yang dilakukan keluarganya.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat 3 September 2021 itu terbongkar usai seorang kerabatnya mendengar jeritannya. Korban diselamatkan kerabatnya itu dan kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan.

Bocah enam tahun, AP yang menjadi korban pesugihan orang tuanya menjalani operasi mata kanan di RSUD Syakh Yusuf, Kabupaten Gowa, Senin 6 September 2021. Seluruh biaya pengobatan korban AP akan ditanggung Pemerintah Kabupaten Gowa.

Polisi telah menangkap ayah, ibu, paman dan kakek korban anak perempuan berinisial AP, yang menjadi korban penganiayaan di Kabupaten Gowa, Sulsel diancam hukuman 15 tahun penjara.

“Para pelaku, dijerat Pasal 45 Ayat 2 Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan KDRT juncto Pasal 55, 56 KUHP atau Pasal 80 (2) juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak sehingga terancam hukuman hingga 15 tahun penjara,” ujarnya Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman saat dimintai konfirmasi, Minggu 5 September 2021.

Dia menyebutkan, keempat terduga pelaku telah ditangkap, mereka ialah ayah korban berinisial TT (45), ibu korban HA (43), paman berinisial US (44) dan kakek korban berinisial BA (70). (***)

Baca juga: Anak Dijadikan Objek Pesugihan, Kakek-Ayah Diancam 15 Tahun Penjara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post