Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Lagi, Lima Pasien Covid19 Meninggal Dunia di Parigi Moutong

Kembali, Lima Pasien Covid19 Meninggal Dunia di Parigi Moutong
Foto: RSUD Anuntaloko Parigi.

Gemasulawesi- Kembali lima pasien covid19 meninggal dunia di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Diduga ada kelalaian dari manajemen RSUD Anuntaloko.

“Ini bisa disebut kelalaian, karena pihak rumah sakit sudah tahu sejak kemarin stok oksigen berkurang. Tapi kenapa nanti benar-benar habis, baru mau ambil oksigen di Palu, akhirnya sudah ada pasien meninggal. Pesan oksigen juga dihari libur, jelas perusahaan tidak bisa antar,” ungkap salah seorang sumber yang meminta namanya tidak disebutkan kepada wartawan, Minggu 8 Agustus 2021.

Dia menyebut, stok oksigen minim karena meningkatnya jumlah pasien covid19, tidak bisa dijadikan alasan. Sebab, pihak rumah sakit mengetahui kebutuhan oksigen terhadap setiap pasien dalam sehari.

Baca juga: Pasien Covid RSUD Poso Diarahkan ke Rumah Sakit Lain

Seharusnya kata dia, sudah ada langkah antisipasi dilakukan pihak rumah sakit, agar tidak terjadi kekurangan oksigen. Misalnya, meningkatkan jumlah stok oksigen melebihi dari kebutuhan pasien.

“Pasien Covid19 dengan gejala kritis, rata-rata mereka menghabiskan oksigen hingga 2 tabung dalam sehari. Pasien yang ditangani sekitar 75 orang, tapi oksigen di stok terbatas. Ini kan jelas rumah sakit tidak siap tangani pasien,” ungkapnya.

Dia menilai, ada kesalahan koordinasi penanganan pasien di rumah sakit itu, sehingga banyak hal-hal tidak tertangani dengan baik.

Menurutnya, persoalan itu tidak bisa dibiarkan berlama-lama, sebab berkaitan dengan nyawa manusia.  

Baca juga: Rumah Sakit di Bandung Krisis Stok Pasokan Oksigen

Manajemen RSUD Anuntaloko belum bisa berkomentar banyak

Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Pelayanan Kesehatan RSUD Anuntaloko Parigi, dr. Rustam Manga, mengatakan, pihaknya tidak bisa menanggapi pasien covid19 meninggal dunia itu. Sebab harus ada penjelasan lebih dulu dari dokter menangani para pasien.

“Kami sudah agendakan rapat besok terkait persoalan pasien meninggal ini,” ungkap Rustam, Minggu 8 Agustus 2021.

Dia menyebut, pihak rumah sakit tidak kehabisan stok oksigen. Tetapi, ketersediaan oksigen sejak Sabtu 7 Agustus 2021, sempat menipis.  

Sejak alat pengisi oksigen mengalami kerusakan, ketersediaan oksigen sangat bergantung ke pihak penyedia di Kota Palu.

“Kebutuhan meningkat, pasien yang rata-rata dalam keadaan kritis membutuhkan lebih banyak oksigen, bahkan dua tabung perhari,” kata dia.

Kemudian, lima pasien covid19 meninggal dunia itu diketahuinya dengan kondisi gejala kritis, dan dinyatakan meninggal dunia.

Hanya saja, satu dari lima orang keluarga pasien covid19 meninggal itu, menolak jenazah dimakamkan secara protokol kesehatan.

“Jadi kami yang menjadi tanggungjawab kami untuk pemulasarannya empat orang pasien. Satu pasien warga Ampibabo meninggal Sabtu 7 Agustus kemarin, sudah dibawa keluarganya,” tutupnya.

Baca juga: IMIP Bantu 40 Ton Oksigen Medis ke Kota Palu

Laporan: Novita Ramadhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post