2Banner GIF 2021

Kejari Kota Madium Temukan Dugaan Korupsi Pembayaran THL

Kejari Kota Madium Temukan Dugaan Korupsi Pembayaran THL
Foto: Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Madiun, Toni Wibisino. Kejari Kota Madium Temukan Dugaan Korupsi Pembayaran THL.

Gemasulawesi– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Madium menemukan dugaan korupsi anggaran pembayaran Tenaga Harian Lepas atau THL di PDAM setempat, selama empat tahun terakhir.

“Tim Kejari Kota Madiun sudah melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi anggaran pembayaran tenaga harian lepas di PDAM itu,” ungkap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Kota Madiun, Toni Wibisino, Senin 25 Oktober 2021.

Dia mengatakan, penyidikan dugaan korupsi anggaran pembayaran THL difokuskan pada anggaran 2017 hingga 2021.

Baca juga: Pelaku Hina Profesi Wartawan, Dijerat UU ITE

Dia menuturkan, jaksa menangani kasus ini setelah menerima laporan dari masyarakat setempat. Dari laporan itu jaksa pun langsung melakukan pengumpulan data, penyelidikan hingga akhirnya naik ke tingkat penyidikan.

“Mekanismenya ditindaklanjuti dengan Puldata (mengumpulkan data) dari intelijen. Kemudian setelah kami analisa lagi dan ditelaah bisa ditindaklanjuti untuk bisa dilakukan penyeldikan,” kata Toni.

Menurut dia, dalam penyelidikan diperoleh permulaan yang cukup adanya peristiwa tindak pidana dilanjutkan penyidikan guna menemukan bukti dan pelakunya. Selama masa penyidikan, jaksa sudah memeriksa 15 saksi mulai hari ini.

Saksi yang diperiksa terdiri dari staf PDAM hingga tenaga harian lepas. Tak hanya THL dan staf, kata Toni, penyidik juga akan memanggil seluruh jajaran direksi PDAM Kota Madiun.

Bahkan, beberapa mantan Dirut PDAM yang sudah pensiun pun rencannya akan dipanggil untuk diminta keterangan terkait itu.

“Kami akan memanggil semua pejabat yang terkait dalam kegiatan pengelolaan PDAM itu. Termasuk dirut hingga mantan dirut,” ungkap Toni.

Kendati sudah naik penyidikan, jaksa belum mengetahui kerugian negara yang terjadi dalam kasus itu.

Jaksa akan meminta pihak berwenang untuk menghitung kerugian negara yang terjadi dalam kasus korupsi anggaran pembayaran THL di PDAM Kota Madiun.

“Kerugian negara belum kami ketahui. Kalau tahap pengumpulan alat bukti sudah cukup maka kami akan berkoordinasi dengan ahli berwenang untuk menghitung kerugian negara yang terjadi dalam kasus ini. Kami harapkan proses penyidikan berjalan dengan lancer dan tanpa kendala yang berarti,” pungkasnya. (***)

Baca juga: PDAM Mamuju Target 100 Persen Penyaluran Air Bersih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post