Kejari Kantongi Bukti Calon Tersangka Kasus Ransra

0
75
SHARE

Laporan: Daniel

Parigi, Gemasulawesi.com- Kasus hutang Beras Prasejahtera (Ransra), puluhan desa di wilayah Kabupaten Parimo tahun 2017 mulai mendapat titik terang. Sejumlah nama kepala desa serta seorang oknum petugas Bulog telah dikantongi pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Parimo, untuk di jadikan tersangka.

Hutang Ransra puluhan desa di Kabupaten Parimo kepada pihak Bulog yang mencapai ratusan juta rupiah, membuat Parimo menjadi daerah yang memiliki hutang Ransra tertinggi di Sulawesi Tengah. Hal tersebut disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Parimo Agus Setiyadi melalui Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Mohammad Tang, kepada media ini diruang kerjanya Kamis, 03 Januari 2019.

Ia mengatakan, pihak Kejari Parimo telah memiliki sejumlah bukti yang akan menyeret sekitar tiga kepala desa serta seorang oknum petugas Bulog untuk ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus hutang Ransra tersebut. Meski demikian, ia masih enggan mengungkapkan nama para calon tersangka.

“Yang pasti, ada seorang oknum petugas bulog, serta dua atau tiga kepala desa bakal jadi tersangka, karena tidak mampu mengembalikan uang tersebut, dan wilayah Kecamatan Tinombo Selatan merupakan Kecamatan yang terbanyak desanya di dapati berhutang,” ujarnya.

Dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan oleh Kajari Parimo, tahun 2017 pihak bulog tercatat mengalami kerugian sekitar 300 jutaan, akibat ulah puluhan desa di wilayah Parimo yang belum membayar hutang Ransra dengan berbagai modus.

Namun kata ia, setelah dilakukan pemeriksaan kepada puluhan oknum kepala desa tersebut, sekitar 80 persen diantaranya, bersedia untuk membayar hutang dan sudah menyerahkan ke pihak Kajari Parimo, yang juga dalam waktu dekat akan menyerahkan uang tersebut kepada pihak Bulog.

“Sementara ini, uang itu ada dalam rekening titipan kejaksaan negeri, secepatnya dalam bulan ini akan kami serahkan ke pihak bulog, kemudian kepala desa yang tidak berniat untuk mengembalikan di batas waktu yang sudah kami bijaksanai, akan di tetapkan sebagai tersangka dengan dugaan penggelapan,” jelasnya.


SHARE

Tinggalkan Balasan