Senin, April 12, 2021
BerandaPaluModus Kejahatan Admin Untad Palu, Pelaku Keruk Untung Miliaran

Modus Kejahatan Admin Untad Palu, Pelaku Keruk Untung Miliaran

- Advertisement -spot_img

Berita kota palu, gemasulawesi– Menggunakan modus Admin Universitas Tadulako atau Untad Kota Palu, Sulawesi Tengah, pelaku raup keuntungan miliaran rupiah hasil kejahatan.

“Penyidik menyita diduga hasil kejahatan mencapai miliaran rupiah, berupa 1 unit mobil Toyota Rush, 1 unit mobil Toyota Calya, 1 unit mobil Suzuki Karimun, 3 lembar sertifikat tanah, 2 buah laptop, 1 lembar kwitansi pembelian rumah di Jalan Merpati senilai Rp 150 juta, uang tunai Rp 240 juta, dan lain-lain,” ungkap Kabidhumas Polda Sulawesi Tengah Kombes Pol Didik Supranoto didampingi Dirreskrimsus Polda Sulteng, Kombes Pol Afrizal kepada sejumlah media di Palu, Rabu 13 Januari 2021.

Tersangka MYT dan RA menggunakan modus Admin Untad Palu pada grup whatsapp untuk melakukan kejahatan sejak tahun 2014.

Manajemen Untad Palu melaporkan adanya praktek manipulasi data yang dilakukan kedua tersangka. Mereka seolah-olah membuat data itu berasal dari pihak universitas.

Baca juga: Polda: Ribuan Kasus Kejahatan di Sulteng Selama 2020

“Awalnya, ada laporan orangtua calon mahasiswa untuk klarifikasi ke rektor tentang adanya pesan melalui WhatsApp grup dengan akun Admin Untad. Mereka menawarkan jasa pengurusan masuk Prodi Kedokteran tahun 2020 dengan meminta imbalan pengurusan,” tuturnya.

Ia mengatakan, manajemen Universitas Tadulako (Untad) melapor ke Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Sulteng.

Dalam laporan juga disampaikan, tersangka MYT sebagai Admin Untad juga membagikan surat edaran palsu dari Untad.

Surat itu tentang kebijakan Untad, terkait penambahan kuota Fakultas Kedokteran dan Ilmu Pendidikan Program Studi Kedokteran yang terdaftar dalam semester berikut, tahun akademik 2020/2021.

Baca juga: Bawaslu Sulteng dan Dosen Untad Palu Saling Lapor

“Tersangka MYT (26) ini, berprofesi sebagai service komputer. Ia berlamat di Jalan S Parman Kota Palu,” terangnya.

Ia menjelaskan, dalam aksinya MYT dibantu RA (24), warga Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala.

Berbekal profesi service komputer, MYT pada tahun 2014 pernah menjebol website milik Untad. Saat itulah, tersangka menggunakan kesempatan dengan imbalan tertentu, dapat membantu merubah nilai semester per SKS.

“Tidak hanya itu, tersangka juga bisa merubah nilai nominal uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP menjadi lebih rendah dari yang sebenarnya,” jelasnya.

MYT kata dia, juga dapat meloloskan calon mahasiswa yang tidak lolos dalam UMPTN dengan bayaran tertentu.

Saat ini lanjut dia, kedua tersangka modus Admin Untad Kota Palu ini telah ditahan di Rutan Polda Sulteng.

“Terhadap kedua tersangka MYT dan RA, penyidik menjerat dengan Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 12 tahun penjara,” tutupnya.

Baca juga: BKPSDM Parigi Moutong Ungkap Modus Oknum Janjikan Kelulusan Ujian CPNS

Laporan: Muhammad Rafii

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -

Must Read

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Related News

- Advertisement -spot_img