Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kejagung Lidik Dugaan Korupsi PT Pupuk Indonesia

Kejagung Lidik Dugaan Korupsi PT Pupuk Indonesia
Foto: Gedung PT Pupuk Indonesia.

Gemasulawesi– Kejagung tengah menyelidiki adanya dugaan korupsi PT Pupuk Indonesia. Kabarnya, sejumlah saksi telah diundang untuk dimintai keterangan atas penanganan kasus itu.

“Iya benar, kasus itu sedang kami selidiki. Masih tahap penyelidikan. Pokoknya on progress,” ungkap Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung Supardi, di Jakarta, Selasa 24 Agustus 2021. 

Hanya saja, dia belum menjelaskan detail perkara serta nilai kerugian negara diakibatkan kasus dugaan korupsi PT Pupuk Indonesia. 

Baca juga: Polda Sulteng Limpahkan Kasus Pupuk Ilegal ke Kejari Palu

Supardi menuturkan, pihaknya sudah memanggil sejumlah saksi baik dari pihak internal PT Pupuk Indonesia maupun eksternal untuk diklarifikasi keterangannya mengenai kasus korupsi PT Pupuk Indonesia itu.

Menurutnya, sejauh ini perkara korupsi itu masih dalam tahap penyelidikan dan jika ditemukan alat bukti cukup, maka kasus itu segera naik ke tahap penyidikan.

Baca juga: Kejari Poso Sulteng Selidiki Aliran Dana Covid-19

“Hasilnya seperti apa, nanti lihat. Jika cukup alat bukti, maka akan segera dinaikan ke tahap penyidikan,” tuturnya. 

Untuk diketahui, kasus itu dimulai sejak surat perintah penyelidikan Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus nomor:Print-07/M.2/Fd.1/03/2021 tanggal 18 Maret 2021 dikeluarkan. Penyidik menduga adanya tindak pidana korupsi pada tahun anggaran 2017-2019.

Baca juga: Polisi Selidiki Insiden Penembakan Nelayan di Morowali

Kejagung juga selidiki kasus korupsi pengadaan sapi

Sebelumnya, di tahun 2020 kemarin, Kejagung  juga tengah menyelidiki perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan sapi, kambing dan pakan ternak di Kementerian Pertanian.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono mengatakan pihaknya telah menerima pengaduan dari LSM Gerakan Penyelamat Harta Negara Republik Indonesia (GPHN RI) terkait kasus itu.

Diketahui, PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang melaksanakan kegiatan usaha utama, diantaranya perdagangan, jasa pengelolaan perusahaan dan jasa konsultasi manajemen, dan jasa lainnya.

PT Pupuk Indonesia dan sepuluh anak perusahaannya merupakan produsen pupuk terbesar di Asia, terbesar di pulau Jawa, Sumatra dan Kalimantan.

Baca juga: Imbas Pupuk Langka, Petani Tolai Sewakan Sawah

Dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada petani dan menjamin kualitas baik, menghilangkan fantastisme terhadap produk pabrik tertentu pada suatu daerah, serta mempermuda pengawasan.

Maka Pupuk Indonesia menggunakan kebijakan penggunaan kantong bersama untuk produk pupuk urea bersubsidi. Hal itu, sesuai dengan arahan Menteri Pertanian dalam Rapim bulan Desember 2011. (**)

Baca juga: Polisi Selidiki Insiden Penembakan Nelayan di Morowali

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post