fbpx

Kegiatan Seni, Fokus Pengembangan SMPN Satu Parigi Moutong

waktu baca 2 menit
Drumband (Illustrasi)

Berita parigi moutong, gemasulawesi Kegiatan seni, fokus pengembangan SMPN Satu Parigi. Setelah sukses mendukung program ekskul di beberapa bidang olah raga.

Saat ini,  kegiatan SMPN Satu Parigi Kabupaten Parigi Moutong, Propinsi Sulawesi Tengah. Akan mengembangkan kemampuan para siswa nya. Dengan mencoba merambah ke dunia seni yaitu drumband.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah (Kepsek) SMP N 1 Parigi Wilson S.pd kepada, media ini di ruang kerjanya beberapa waktu lalu. Ia mengatakan pihaknya akan fokus pada pengembangan kegiatan ekstrakurikuler di bidang seni. 

“Tahun ini, kami akan memberikan fokus lebih pada kegiatan drumband,” ujarnya.

Selama ini kata ia, dari sekian banyak kegiatan non akademik yang dilakukan di sekolahnya, hanya ada tiga ekskul yang paling menonjol di sekolah yang dipimpinya, yang diperkirakan sekitar 30 persen dari jumlah siswa yang ada di sekolah itu terlibat dalam ekskul tersebut.

Menurutnya, kegiatan yang paling menonjol masih diseputaran olah raga. Hal itu dapat terlihat dengan sejumlah prestasi yang pernah di raih sekolah tersebut.

“Yang paling diminati yaitu Karate sekitar 30 orang yang terlibat, Silat 20 orang dan Bola Voli 40 orang, sementara karya ilmiah remaja, palang merah remaja, olah raga futsal, bulutangkis masih terkesan minim peminatnya,” jelasnya.

Ia menuturkan, seluruh kegiatan tersebut merupakan bagian dari salah satu upaya peningkatan mutu dalam bidang pembelajaran non akademik sebagaimana yang menjadi program prioritas sekolah pada umumnya.

Ia berharap, kegiatan drumband dapat menjadi perangsang bagi para siswa peminat music dan tari, untuk terlibat sehingga dapat mendorong prestasi sekolah di bidang seni.

Renovasi gedung SMPN Satu Parigi Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah (Sulteng) berlanjut, apakah program yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Tahun 2018 itu mendapat dispensasi dari Pemerintah pusat.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang (Kabid) SMP, Dinas pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong, Jalaludin, Kepada media ini di ruang kerjanya, Jumat 04 Januari 2019.

Ia mengatakan, Parimo merupakan salah satu wilayah terdampak bencana, atas pertimbangan tersebut sehingga Pemerintah pusat memberikan kebijakan hingga 31 Januari 2019 nanti.

Ia menuturkan, beberapa faktor mempengaruhi keterlambatan pembangunan renovasi gedung sekolah yang menghabiskan anggaran sekitar 839 juta lebih

“Salah satunya seperti tukang yang trauma, karena itukan dikerjakan secara swadaya,” ujarnya.

Baca: SMPN Dua Parigi Moutong Tidak Dapatkan Anggaran Rehabilitasi Pagar

Laporan: aqil azizi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.