Kebijakan Pelarangan Ekspor Minyak Goreng Beri Dampak Positif

waktu baca 2 menit

Nasional, gemasulawesi – Kepala Staf Kepresidenan Deputi III Panutan Sulendrakusuma menjelaskan, pengambilan kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya sudah mulai memberikan dampak positif pada ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng curah di pasaran.

Ia menjelaskan, hal itu terlihat dari harga minyak goreng curah yang cenderung turun meski tidak terlalu tinggi.

Baca: Wali Kota Palu, Pentingnya Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Utama

“Dari data yang telah di himpun oleh KSP, 2 Mei Minyak goreng curah di pasaran harganya sudah berada di Rp.20.000,” kata Panutan Rabu 4 Mei 2022 dalam siaran pers KSP.

Namun, diakuinya, perlu waktu untuk melihat efektifitas larangan ekspor minyak goreng dan bahan bakunya.

Panutan juga menjelaskan, Kebijakan yang berlaku itu baru berjalan selama seminggu, dan tentunya kita masih membutuhkan waktu untuk melihat hasilnya.

Baca: Adib Khumaidi Menghimbau Agar Masyarakat Waspadai Hepatitis Akut

Pada kesempatan ini, model acuan juga memastikan bahwa KSP bekerjasama dengan kementerian/lembaga terus melakukan kegiatan pemantauan di lapangan, sehingga penerapan larangan minyak goreng dan bahan baku minyak goreng efektif dan terukur.  Ini termasuk memprediksi dampak negatif pada petani. 

“Kita hanya perlu memastikan penerapan kebijakan itu bisa berjalan efektif dan juga terukur. Hal ini tentunya perlu didukung dengan mekanisme monitoring dan evaluasi di tingkat pusat dan daerah,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Jumat, 29 Mei 2022, KSP menggelar rapat koordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Satuan Tugas Kementerian Pertanian dan Pangan, terkait implementasi kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng.    

Menetapkan antara lain indikator keberhasilan kebijakan pelarangan ekspor minyak nabati dan minyak mentah, target jumlah pasar yang akan dipantau, penguatan penerapan Sistem Informasi Minyak Goreng Curah (SIMIRAH), rencana kebijakan mengatasi pelemahan harga klaster buah sawit segar, dan upaya pengendalian harga minyak goreng ke depan.   

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan terkait kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng dan bahan baku minyak goreng. (*)

Baca: Ini 5 Tutorial Make Up Korea untuk Remaja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.