Kawasan Hutan Parimo Terancam Rusak

Pentingnya penertiban pemanfaatan kawasan hutan Parimo

0
233
Kawasan Hutan Parimo Terancam Rusak penertiban pengelolaan
Kepala Seksi (Kasi) Penataan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Parimo, Lin Kadarwati

Parimo, gemasulawesi.comKawasan hutan Parimo terancam rusak apabila Belum ada sinkronisasi data dan wilayah pengelolaan kawasan perhutanan sosial Kabupaten Parigi moutong (Parimo) Provinsi Sulawesi tengah (Sulteng).

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan semakin merusak areal hutan yang ada di Kabupaten Parimo.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Penataan Pertanahan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Parimo, Lin Kadarwati kepada gemasulawesi.com, di ruang kerjanya, Rabu Maret 2019.

“Kami tidak mampu mengedukasi masyarakat yang telah lama mengelola kawasan hutan sosial di Kabupaten Parimo tanpa ada bantuan dari Pemda,” ujarnya.

Dia mengatakan, harus segera disinkronkan dan diatur pengelolaannya dalam peraturan daerah.

Lanjut dia, Pemda Kabupaten Parimo sebaiknya memasukkan pengelolaan kawasan perhutanan sosial dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

Sementara itu ditemui di tempat terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Tata Ruang dan Bina Konstruksi DPUPRP Kabupaten Parimo, Rivai, menyetujui untuk merangkum pemetaan kawasan perhutanan sosial ke dalam revisi RTRW Kabupaten Parimo.

“Kami menunggu peta pengelolaan kawasan perhutanan sosial dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait,” ungkapnya.

Tujuan dari sinkronisasi ini lanjut dia, agar tercapai tujuan dari pemanfaatan kawasan perhutanan sosial secara maksimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Parimo.

Kedepannya, kawasan hutan Parimo agar lebih tepat pemanfaatannya, sehingga tidak merusak ekosistem yang ada di dalamnya.

“Perlu masyarakat ketahui terdapat syarat durasi waktu 70 tahun bermukim dalam kemitraan pengelolaan kawasan perhutanan sosial,” tutupnya.

Baca juga: Pendataan IP4T Kawasan Hutan Parimo Berakhir

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan