Kasus Narkotika Sulteng 2020, BNN Palu Bongkar Enam Sindikat

Kasus Narkotika Sulteng 2020, BNN Palu Bongkar Enam Sindikat
Foto: Iilustrasi Kasus Narkotika Sulteng 2020
Jangan Lupa Share

Berita sulawesi tengah, gemasulawesi– Kaleidoskop kasus Narkotika Sulteng 2020, BNN Kota Palu bongkar enam sindikat.

“Jumlah sindikat itu terungkap dalam dua Laporan Kasus Narkotika (LKN),” tutur Kepala BNN Kota Palu, AKBP Baharuddin pada press rilis kaleidoskop kasus narkotika Sulteng, Senin 28 Desember 2020.

Ia melanjutkan, dari dua LKN terinci ada keterlibatan empat orang tersangka, dan sudah berhasil diamankan.

Sementara itu jumlah barang bukti yang disita sepanjang 2020 BNN Kota Palu adalah sabu 81,91 gram. Kemudian, dua timbangan digital, tiga unit handphone, satu unit motor Mio Soul dan uang tunai Rp6,7 juta.

Baca juga: Adik Pj Walikota Palu Pasha Terciduk, BNN Amankan 15 Paket Sabu

“Sepanjang 2020 BNN Kota Palu berhasil mengungkap dua LKN. Jika berdasarkan anggaran, kamu sudah lampaui target dari hanya satu LKN,” ungkapnya.

“Memang intervensi ataupun kampanye anti narkoba yang dilakukan pada 2020 tidak berjalan maksimal. Hal itu disebabkan kurangnya anggaran untuk melakukan penindakan, belum lagi wabah pandemi Covid 19 dan juga kurangnya dukungan dari pemerintah setempat,” katanya.

Menurut Baharuddin, BNNK Palu telah mengidentifikasikan tiga lokasi rawan narkoba di Kota Palu, dan melakukan intervensi melalui program pemberdayaan anti narkoba di tiga lokasi kawasan perkotaan.

“Harapan kita ke depan ada dukungan pemerintah daerah, sehingga semakin banyak bisa melakukan penindakan,” pungkasnya.

Dalam tahun 2020, BNN Kota Palu telah melakukan tes urine secara mandiri sebanyak empat kali dengan peserta 162 orang.

Dalam rangka upaya penyelamatan para penyalahguna dari jeratan narkoba, tahun ini Klinik Pratama Sangurara BNNK Palu meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada satu lembaga instansi pemeritah, yakni RSU Universitas Tadulako.

“Sementara itu jumlah penyalahguna yang sudah direhabilitasi oleh lembaga milik pemerintah sebanyak 63 orang,” katanya.

Baharuddin mengaku bahwa selama ini memang yang rawan terjadi aktivitas penyalahgunaan barang haram tersebut yakni Kecamatan Tatanga, Kelurahan Kayu Malue, Jl. Anoa, Kelurahan Tatura Utara Palu, Kelurahan Baru, dan Kelurahan Pantoloan.

“Kampanye anti narkoba tahun ini tidak seperti di 2019. Dimana biasanya BNN Kota Palu menghadirkan peserta hampir mencapai 600 orang,” terangnya.

Tahun ini hanya bisa dilakukan secara virtual dengan hanya menghadirkan Forkompimda sebanyak 20 orang.

Sedangkan untuk pembentukan Relawan Anti Narkoba sebanyak 30 orang dan Satgas Anti Narkoba di lingkungan pendidikan SMP sebanyak 18 Satgas.

“Butuh dukungan semua pihak bekerjasama memerangi narkoba di Kota Palu, utamanya Sulawesi Tengah,” tutupnya.

Baca juga: BNN Sulteng Amankan Pemilik Paket Satu Kg Ganja di Palu

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post