2020, Kasus Narkoba Parigi Moutong Meningkat 31,8 Persen

2020, Kasus Narkoba Parigi Moutong Meningkat 31,8 Persen
Foto: Press Rilis Kasus Narkoba Parigi Moutong 2020.
Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Kasus Narkoba Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2020 mengalami peningkatan 31,8 persen.

“Untuk tahun 2020, jumlah kasus Narkoba Parigi Moutong yang terungkap sebanyak 66 kasus,” ungkap Kapolres Parigi Moutong, AKBP Andi Batara Purwacaraka, saat press conference kaleidoskop akhir tahun 2020, di Mako Polres Parimo, Rabu 30 Desember 2020.

Ia mengatakan, kenaikan itu terlihat apabila dibandingkan dengan pengungkapan kasus pada tahun sebelumnya yaitu sebanyak 45 kasus.

Dari 66 kasus yang terungkap, Satuan Resnarkoba Polres Parigi Moutong berhasil menyita 249,94 gram sabu selama tahun 2020.

Baca juga: Catatan BNN, Kota Palu Kasus Narkoba Tertinggi di Sulteng

“Selanjutnya, jumlah tersangka dari kasus narkoba Parigi Moutong selama tahun 2020 sebanyak 81 orang,” jelasnya.

Ia melanjutkan, tersangka yang saat ini sedang ditahan sebanyak 22 orang. Terdiri dari Pria sebanyak 21 orang dan wanita satu orang.

Perkara terbaru yang sedang ditangani Satuan Resnarkoba yaitu tiga perkara penyalahgunaan narkotika jenis shabu. Dengan barang bukti sabu sekitar 6,32 gram.

“Jumlah tersangka sebanyak empat orang dengan nama inisial ZK, MR, AH dan SV,” jelasnya.

Baca juga: Kasus Narkotika Sulteng 2020, BNN Palu Bongkar Enam Sindikat

Sementara itu, berdasarkan catatan BNN Kota Palu menjadi wilayah dengan kasus Narkoba tertinggi Sulteng.

“Selain Kota Palu, wilayah tertinggi penyalagunaan Narkoba disusul Kabupaten Parigi Moutong,” ungkap Kepala BNN Kota Palu AKBP Dr Baharuddin.

Berdasarkan hasil penelitian BNN RI dan LIPI tahun 2019, Provinsi Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah penyumbang terbesar penyalahgunaan Narkoba.

Provinsi Sulawesi Tengah berada pada posisi ke empat se Indonesia. BNN Kota Palu juga mengungkap, ada enam daerah rawan penyebaran Narkoba di Sulteng.

Baca juga: BNN Sulteng Amankan Pemilik Paket Satu Kg Ganja di Palu

“Lima diantaranya berada di Kota Palu. Sementara, ada tiga daerah masih dalam pantauan,” jelasnya.

Ia menjelaskan, wilayah rawan peredaran Narkoba di Kota Palu tersebar di beberapa kecamatan.

Diantaranya, Kecamatan Tatanga meliputi Kelurahan Tatanga. Di Kecamatan Palu Utara yaitu Kelurahan Kayumalue. Di Kecamatan Palu Selatan yaitu Kelurahan Tatura Utara khususnya jalan Anoa. Kecamatan Palu Barat di Kelurahan Pantoloan Kecamatan Tawaeli, Kelurahan Lere dan Kampung Baru.

“Khusus di Kabupaten Parigi Moutong adalah Kecamatan Parigi,” urainya.

BNN Kota Palu kata dia, telah melakukan berbagai upaya mengungkap kasus sepanjang Tahun 2020. Jumlahnya, sebanyak dua Laporan Kasus Narkotika (LKN).

Dalam dua LKN itu, melibatkan empat orang tersangka. Dengan jumlah barang bukti yang disita sepanjang Tahun 2020 BNN Kota Palu, Sabu sebanyak 81,91 gram, dua timbangan digital, tiga unit handphone dan satu unit motor Mio Soul serta uang tunai Rp. 6.700.000.

“Dari seluruh kasus yang diungkap BNN Kota Palu. Teridentifikasi enam jaringan sindikat masih menjalankan bisnis Narkoba dari tahun 2019-2020,” tutupnya.

Baca juga: Polres Parimo Amankan 128 Paket Narkoba

Laporan: Muhammad Rafii

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post