Banner Disperindag 2021 (1365x260)

Kasus Ayah Jual Anak di Kapuas Terancam 10 Tahun Penjara

Kasus Ayah Jual Anak di Kapuas Terancam 10 Tahun Penjara
Foto: Illustrasi jual anak di Kapuas.

Gemasuawesi– Kasus ayah jual anak di Kapuas, Kalimantan Tengah, terancam hukuman 10 tahun penjara. Diduga ia menjual anak kandungnya sendiri masih berusia 14 tahun kepada pria hidung belang.

“Pelaku akan diancam hukuman pidana penjara paling lama 10 tahun penjara dan atau denda paling banyak Rp 200 juta,” ungkap Kapolres Kapuas, AKBP Manang Soebeti, di Kapuas, Kamis 19 Agustus 2021.

Baca juga: Selewengkan Dana Bansos, Kades di Kalteng Dijerat Pasal Korupsi

Dia menyebutkan, fakta kasus ayah jual anak di Kapuas diketahui sudah dua tahun terakhir melakukan aksinya.

Korban mengaku awalnya dipaksa sang ayah lulusan S2 salah satu perguruan tinggi di Kairo, Mesir ini.

Namun, kini korban sudah terbiasa melayani nafsu para lelaki. Faktor itu diduga akibat tekanan ekonomi keluarga.

Dalam kasus itu, sang anak ditawarkan melalui muncikari berinisial RD warga Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas.

Sehingga kata dia, dalam penanganan kasus dugaan praktek prostitusi itu, pihaknya tidak hanya mengamankan ayah korban saja. Namun, muncikari pun turut diringkus dalam kasus itu.

Baca juga: BNPB Investigasi Dugaan Kejanggalan Pelaksanaan Karantina

Korban ditawarkan sang mucikari melalui media sosial WhatsApp

Korban masih berstatus pelajar SMP di wilayah setempat, ditawarkan sang muncikari melalui media sosial WhatsApp.

“Jika ada yang memesan, muncikari ini bertemu dengan korban diantarkan ayahnya ke hotel,” ujarnya.

Menurut dia, praktik prostitusi daring yang melibatkan anak kandung ini telah berlangsung sejak dua tahun.

Kedua pelaku dalam kasus ayah jual anak di Kapuas ditangkap pada Selasa 17 Agustus 2021, sekitar pukul 22.05 WIB di kamar salah satu hotel wilayah Kota Kuala Kapuas. Saat diamankan, muncikari dan ayah korban bersama korban berada di kamar hotel menunggu pria hidung belang yang akan datang. 

Selain mengamankan kedua pelaku, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, uang tunai sebesar Rp 550 ribu, satu unit telepon seluler, satu unit kendaraan, dan kunci kamar hotel.

Atas perbuatan kedua pelaku di kasus ayah jual anak di Kapuas, polisi akan menjeratnya dengan Pasal 88 Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU RI nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (***)

Baca juga: Selewengkan Dana Bansos, Kades di Kalteng Dijerat Pasal Korupsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Related Post