Jumat, Juni 25, 2021
Jangan Lupa Share

Kasus AIDS di Parigi Moutong Meningkat, Ampibabo Terbanyak

Penularan HIV/Aids Banyak di Populasi Waria

Must read

Jangan Lupa Share

Berita parigi moutong, gemasulawesi– Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat kasus HIV/AIDS di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, semakin meningkat.

“Data perkembangan HIV/AIDS, 2020 sebanyak 23 kasus. Dan diawal 2021 tercatat penambahan sebanyak tujuh kasus,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinkes Parigi Moutong, Wulandari Marasobu, di ruang kerjanya, Senin 24 Mei 2021.

Ia mengatakan, dengan bertambahnya kasus diawal Maret 2021, total kasus HIV/AIDS di Parigi Moutong menjadi 40 kasus.

Kasus penularan HIV/AIDS di Parigi Moutong kata dia, mayoritas di populasi Waria. Itu karena aktifitas seks menyimpang. Sehingga, memudahkan penularan virus.

“Populasi Waria tertular HIV/Aids banyak berada di Kecamatan Ampibabo,” sebutnya.

Untuk kasus lainnya di 2020, terdapat pada ibu rumah tangga, pengguna narkoba dan pasien berusia produktif. Mulai dari usia 15 tahun keatas.

Penyebab tertular HIV/Aids kata dia, karena aktifitas seks bebas.

“Pasien HIV/AIDS telah terdeteksi, kami tangani. Memantau kesehatannya dengan memberikan obat. Dipastikan obat diberikan diminum secara rutin, agar imun tubuh pasien tetap stabil,” terangnya.

Dia menuturkan, Dinas Kesehatan melalui bidang promosi kesehatan di Puskesmas di seluruh Parigi Moutong terus gencar mensosialisasikan pencegahan penularan HIV/AIDS kepada warga.

Tujuannya, untuk menekan penularan dan meningkatkan kesadaran warga untuk tidak melakukan seks bebas.

Baca juga: Data Sementara Korban Tambang Longsor Buranga, 4 Meninggal dan 4 Luka Ringan

Bahkan, pihaknya dibantu 26 konselor yang dilantik beberapa waktu lalu. Mereka berasal dari Puskesmas. Dan dua orang pasang suami istri penderitaan HIV/AIDS yang berasal dari Kecamatan Mepanga.

“Target capaian di Sulawesi Tengah, Parigi Moutong berada diperingkat ke delapan di tahun 2020,” tuturnya.

Baca juga: Kecamatan Ampibabo Dinilai Rawan Konflik

Dia mengakui, kesulitan mendeteksi penderita HIV/AIDS. Pasalnya, pasien menjalani tes pemeriksaan secara mandiri. Tanpa tekanan dari tenaga kesehatan atau pengelola HIV/AIDS di Puskesmas.

Ia menambahkan, pasien juga mesti terlindungi dari stigma negatif warga sekitar.

“Secara rutin kami memeriksa delapan populasi penularan HIV/Aids yang telah ditentukan. Diantaranya, warga binaan Lapas, Waria dan ibu hamil,” tutupnya.

Baca juga: 608 Personel Polres Parigi Moutong Suntik Vaksin Tahap Pertama

Laporan: Novita Ramadhani

- Advertisement -spot_img

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -
- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Latest article