Kapolres: Pelaku Penebangan Hutan Mangrove Melanggar UU Lingkungan Hidup

  • Whatsapp
Kapolres: Pelaku Penebangan Hutan Mangrove Melanggar UU Lingkungan Hidup
Kapolres Parigi Moutong, AKBP Zulham Effendi Lubis

Parigi moutong, gemasulawesi.com Kapolres Parigi Moutong (Parimo) AKBP Zulham Efendi Lubis mengatakan, yang terlibat atau pelaku penebangan di kawasan hutan mangrove akan ditindak tegas karena langgar UU.

“Penebangan di kawasan hutan mangrove itu langgar UU Nomor 32 Tahun 2009. Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasti akan ditindak,” tegasnya kepada sejumlah wartawan belum lama ini.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan, untuk menindak pelaku penebangan di hutan mangrove, Kepolisian siap menunggu laporan dari lembaga lingkungan atau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Tak hanya siap memberikan tindakan hukum, Polres Parigi Moutong beserta seluruh jajarannya juga telah melakukan pendekatan persuasif terhadap warga yang tinggal di pesisir pantai agar wajib menanam bibit mangrove.

Bahkan, penambak pun juga diwajibkan untuk turut serta menanam bibit mangrove. Di Desa Malakosa Kecamatan Balinggi misalnya, penambak maupun masyarakat sekitar sudah menanam ribuan bibit mangrove.

Jumlahnya pun saat ini diperkirakan telah mencapai jutaan pohon mangrove yang telah berhasil ditanam.

“Silakan dilihat langsung pesisir pantai Desa Malakosa. Sudah banyak bibit mangrove yang ditanam oleh penambak maupun masyarakat. Jumlahnya pun sudah jutaan,” terangnya.

Menurutnya, menjaga maupun melestarikan mangrove bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah saja. Namun, juga menjadi tanggungjawab seluruh masyarakat. Terlebih lagi, masyarakat yang tinggal dipesisir pantai.

Seiring waktu kata dia, luasan hutan mangrove di pesisir Kabupaten Parigi Moutong semakin berkurang disebabkan ulah manusia itu sendiri. Ditambah lagi, masih sangat banyak masyarakat yang belum paham akan pentingnya mangrove.

Selain berfungsi menyediakan pakan hewan laut, mangrove juga berfungsi mencegah abrasi pantai dan tsunami. Manfaatnya pun bagi manusia sangat banyak.

Sehingga, banyak pula masyarakat yang menebang tanpa melakukan penanaman kembali atau reboisasi.

Ia menghimbau, agar seluruh masyarakat mau menjaga dan melestarikan mangrove.

“Masih banyak warga yang acuh terhadap mangrove. Menjadi tantangan kita agar lebih giat lagi melakukan aksi nyata dan mengkampanyekan,” tandasnya.

Baca juga: BKPSDM Parigi Moutong Ungkap Modus Oknum Janjikan Kelulusan Ujian CPNS

Baca juga: 2020, Parigi Moutong Target Pengentasan Orang Dengan Gangguan Jiwa

Laporan: Roy L

banner 728x90

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 Komentar